Sinarmalut.com, Morotai - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, harga sejumlah komoditas pangan strategis di Kabupaten Pulau Morotai terpantau relatif stabil. Namun, kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis sayuran, khususnya kentang dan wortel, yang naik sebesar Rp 5.000 per kilogram pada awal Februari 2025.
Salah satu pedagang bumbu dan sayur di Pasar CBD Desa Gotalamo, Ibu Selah, mengatakan harga bawang merah dan bawang putih hingga kini belum mengalami perubahan sejak Desember 2024.
“Harga bawang putih masih Rp 65.000 per kilogram, begitu juga bawang merah Rp 65.000 per kilogram. Dari bulan Desember sampai Februari ini belum ada kenaikan maupun penurunan,” ujarnya, Selasa (3/2/2025).
Selain bawang, harga tomat juga terpantau stabil di level Rp 20.000 per kilogram. Stabilitas harga tersebut, menurutnya, telah berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Sementara itu, komoditas cabai juga belum menunjukkan gejolak harga. Cabai keriting, cabai halus, maupun cabai nona masing-masing masih dijual dengan harga Rp 50.000 per kilogram. “Untuk cabai keriting, cabai halus, dan cabai nona, harganya masih sama, Rp 50.000 per kilogram,” jelasnya.
Berbeda dengan komoditas bumbu dapur, harga kentang dan wortel justru mengalami kenaikan pada awal Februari. Dari sebelumnya Rp 25.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 30.000 per kilogram.
Ia menuturkan kenaikan harga kentang dan wortel disebabkan oleh keterlambatan kapal pengangkut yang masuk ke Pulau Morotai, sehingga pasokan dua komoditas tersebut menjadi terbatas. “Kentang dan wortel naik karena kapal terlambat masuk, jadi stoknya kurang,” katanya.
Ia juga memperkirakan potensi kenaikan harga cabai pada awal Ramadhan mendatang apabila distribusi logistik kembali mengalami kendala. “Kalau kapal terlambat lagi, tidak menutup kemungkinan harga cabai halus dan keriting bisa ikut naik saat Ramadan,” pungkasnya. *
