Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Dari Gorontalo ke Morotai: Fery Menjemput Rezeki Piala Dunia

Tuesday, 5 May 2026 | 21:54 WIB Last Updated 2026-05-05T14:21:36Z


Sinarmalut.com,
Morotai - Di tepi jalan Desa Darame, Kabupaten Pulau Morotai, angin laut mengibaskan deretan bendera berbagai negara. Warna-warni kain itu bukan sekadar hiasan, melainkan harapan yang sedang diperjuangkan Fery, pemuda 23 tahun asal Gorontalo.


Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, Fery melihat peluang yang mungkin tak datang dua kali. Ia datang jauh-jauh ke Morotai, membawa dagangan berupa bendera negara peserta hingga jersey sepak bola, dari ukuran anak-anak sampai dewasa.


Sudah lima hari terakhir, ia membuka lapak sederhana di pinggir jalan desa. Tak ada etalase mewah, hanya tali dan tiang seadanya untuk menggantung bendera berukuran 1 meter hingga 5 meter. Namun dari situlah, denyut antusiasme warga terhadap pesta sepak bola dunia mulai terasa.


“Mulai jualan di sini sudah lima hari,” ujar Fery, Selasa (5/5/2026).


Ia menjual bendera ukuran 1 meter seharga Rp 65.000, sementara ukuran 2 meter dibanderol Rp 170.000. Ada pula ukuran lebih besar hingga 5 meter, menyasar pembeli yang ingin benar-benar meramaikan suasana.


Di balik aktivitas jualannya, ada naluri membaca momentum. Fery paham, sepak bola bukan sekadar olahraga di Indonesia. Ia adalah perayaan, identitas, bahkan kebanggaan kolektif. Dari desa hingga kota, euforia Piala Dunia selalu menemukan jalannya.


Tak hanya berdagang, Fery juga membawa keyakinannya sendiri soal siapa yang akan berjaya tahun ini. Tanpa ragu, ia menjagokan tim favoritnya.

“Piala dunia tahun 2026 kali ini masih akan dijuarai oleh Argentina,” tutupnya.


Bagi Fery, jualan ini bukan sekadar mencari untung musiman. Ini tentang bertahan, tentang keberanian merantau, dan tentang memanfaatkan momen sekecil apa pun di tengah keterbatasan.


Di antara bendera-bendera yang berkibar, ada cerita tentang anak muda yang tak ingin diam menunggu nasib, melainkan memilih bergerak, meski harus dimulai dari pinggir jalan. *

  • Dari Gorontalo ke Morotai: Fery Menjemput Rezeki Piala Dunia
  • 0

Terkini