Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Lompatan Literasi di Morotai: Angka Melek Huruf Meningkat 98,62 Persen pada 2025

Monday, 4 May 2026 | 16:21 WIB Last Updated 2026-05-04T07:21:36Z

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026

Sinarmalut.com,
Morotai - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi titik refleksi sekaligus apresiasi atas capaian sektor pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai. Salah satu indikator yang menunjukkan kemajuan signifikan adalah meningkatnya Angka Melek Huruf (AMH) penduduk usia 15 tahun ke atas pada 2025.



Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), AMH di Pulau Morotai tercatat sebesar 97,41 persen pada 2023, sempat mengalami penurunan menjadi 96,71 persen pada 2024, sebelum akhirnya melonjak menjadi 98,62 persen pada 2025. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa upaya peningkatan literasi mulai menunjukkan hasil konkret.



Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Media, Iwan Muraji, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan.



“Peningkatan angka melek huruf pada 2025 menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah bersama masyarakat mulai memberikan hasil nyata. Ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar untuk belajar, bekerja, dan berkembang,” ujarnya, Senin (04/5/2026).



Ia menjelaskan bahwa Angka Melek Huruf mencerminkan persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis. Dengan capaian 98,62 persen, hampir seluruh masyarakat Morotai pada kelompok usia tersebut telah memiliki kemampuan literasi dasar. Meski demikian, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang membutuhkan perhatian melalui program pendidikan lanjutan dan literasi.



Penurunan yang sempat terjadi pada 2024, lanjutnya, menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Sejumlah faktor dinilai berpengaruh terhadap fluktuasi tersebut, di antaranya akses pendidikan yang belum merata, kondisi sosial ekonomi masyarakat, hingga meningkatnya angka putus sekolah serta keterbatasan layanan pendidikan nonformal.



Namun demikian, peningkatan signifikan pada 2025 tidak terjadi secara kebetulan. Berbagai upaya strategis terus diperkuat, mulai dari perluasan layanan pendidikan dasar, penguatan pendidikan nonformal, hingga penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.



Momentum Hardiknas tahun ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan peningkatan literasi. Sebab, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. *

  • Lompatan Literasi di Morotai: Angka Melek Huruf Meningkat 98,62 Persen pada 2025
  • 0

Terkini