Sinarmalut.com, Tidore – Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan resmi digelar dengan mengusung tema “Navigating the Future: Innovate, Integrate, Impact.” Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan sekaligus mantan Ketua DPD KNPI periode 2017–2020, Muhammad Abubakar, dan akan berlangsung hingga selesai menyesuaikan dinamika serta situasi yang berkembang.
Dalam sambutannya, Muhammad Abubakar menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi kepemudaan, termasuk munculnya musyawarah tandingan, merupakan hal yang lazim. Namun demikian, ia menekankan bahwa KNPI di Kota Tidore Kepulauan tetap satu, sehingga musyawarah yang sah harus menjadi rujukan bersama seluruh elemen kepemudaan.
“Musyawarah ini adalah musyawarah yang sah dan cukup dilakukan satu kali. Tidak perlu ada musyawarah lanjutan atau tandingan. Yang terpenting adalah implementasi keputusan dan kerja nyata setelah musyawarah ini selesai,” tegasnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menuturkan, pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan di daerah. Oleh karena itu, pemuda tidak hanya dituntut memahami konsep pembangunan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam bentuk aksi nyata, mulai dari sektor pendidikan hingga penguatan peran sosial di tengah masyarakat.
Muhammad Abubakar juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam mendukung program pemerintah, baik program nasional seperti Nawacita maupun visi dan misi pemerintah daerah. Selain itu, pemuda diharapkan turut berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat.
Khusus di bidang kebencanaan, ia menyatakan bahwa BPBD Kota Tidore Kepulauan siap mendukung dan membackup program-program kepemudaan, terutama yang berkaitan dengan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir yang rentan terhadap abrasi. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan.
Lebih lanjut, Muhammad Abubakar mengingatkan bahwa kekuatan dan keberlanjutan organisasi kepemudaan tidak terlepas dari pemahaman terhadap sejarah serta filosofi perjuangan organisasi. Pemuda perlu memahami dasar konstitusional organisasi agar perannya dapat dijalankan secara benar, terlindungi secara hukum, dan selaras dengan sistem pemerintahan.
“Pemuda yang baik adalah pemuda yang memahami sejarah dan filosofi perjuangan organisasinya. Dari situlah pemuda mampu menempatkan diri dan menjalankan perannya sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Terkait regenerasi kepemimpinan, Muhammad Abubakar menegaskan bahwa seluruh tahapan organisasi harus dijalankan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Mulai dari persyaratan pencalonan ketua, dukungan struktur organisasi seperti DPK dan OKP, hingga proses verifikasi harus dilalui secara tertib guna menghindari polemik serta memperkuat legitimasi kepemimpinan.
Ia menilai pemuda di Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi besar dan selama ini telah banyak berkontribusi serta bersinergi dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu, masukan, saran, dan kritik konstruktif dari pemuda sangat dibutuhkan demi perbaikan kebijakan dan pembangunan daerah ke depan.
Ke depan, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tidore Kepulauan diharapkan mampu menghadirkan gagasan serta program nyata yang mampu menjawab kebutuhan pemuda dan masyarakat.
Menutup sambutannya, Muhammad Abubakar mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga komitmen bersama, memperkuat persatuan, dan memastikan organisasi kepemudaan benar-benar hadir sebagai agen perubahan bagi Kota Tidore Kepulauan. *
