
Kadis Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim
Sinarmalut.com, Tidore - Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menemukan sejumlah titik dengan kualitas udara berkategori tidak sehat akibat Karhutla hingga sangat tidak sehat berdasarkan pemeriksaan pada Senin (12/10/2026). Kondisi ini mendorong Dinkes mengeluarkan rekomendasi penggunaan masker di fasilitas umum serta menyarankan sekolah untuk sementara diliburkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan hasil pemeriksaan kualitas udara dilakukan tim kesehatan lingkungan (Kesling) puskesmas di sejumlah fasilitas pelayanan publik, lingkungan pendidikan, dan tempat umum.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Pelabuhan Rum dan lingkungan Puskesmas Ome masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, SMPN 7 Rum dan lingkungan Puskesmas Rum Balibunga tercatat dalam kategori sangat tidak sehat.
Adapun kualitas udara di lingkungan Puskesmas Akelamo berada dalam kategori baik.
Menurut Saiful, pengujian kualitas udara tersebut dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor).
Menyikapi hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan Tidore Kepulauan merekomendasikan penggunaan masker di seluruh fasilitas umum, fasilitas pelayanan publik, dan lingkungan pendidikan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mencegah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit pernapasan lainnya.
Dinkes juga menyarankan agar sekolah tingkat PAUD, TK, SD atau sederajat, hingga SMP atau sederajat mempertimbangkan untuk meliburkan kegiatan belajar selama beberapa hari ke depan, terutama untuk melindungi anak-anak yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul temuan kualitas udara yang tidak sehat di sejumlah titik. Namun, keputusan peliburan sekolah perlu ditindaklanjuti oleh instansi pendidikan terkait.
Saiful mengatakan pemeriksaan kualitas udara masih menunggu laporan dari sejumlah puskesmas lainnya. Dengan demikian, data yang tersedia saat ini belum mencakup seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan. “Kami masih menunggu laporan juga dari Puskesmas lain,” pungkasnya.
Dinkes diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyampaikan hasil pemeriksaan lanjutan agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan sesuai kondisi di wilayah masing-masing. *