Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Tak Sekadar Mendengar, Bupati Rusli Sibua Langsung Tindaklanjuti Aspirasi Warga Waringin

Wednesday, 16 September 2026 | 20:26 WIB Last Updated 2026-09-16T11:26:34Z

Foto Bupati Morotai Rusli Sibua saat menerima kunjungan warga dan mahasiswa Samurai Distrik UNIPAS guna mendengar langsung aspirasi. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Bupati, Rabu (16/9/2026).

Sinarmalut.com,
Morotai - Kemarau panjang mulai mengancam kehidupan petani di Desa Waringin, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Sejumlah tanaman pala dan cengkeh milik warga rusak hingga mati karena kekurangan air.


Di tengah kondisi itu, warga berharap pemerintah turun tangan menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan. Mereka juga meminta bantuan bibit untuk mengganti tanaman yang telah mati.


Keluhan tersebut disampaikan pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa yang tergabung dalam Samurai Distrik Universitas Pasifik (Unipas) Morotai saat bertemu Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Rabu (16/9/2026).


Kepala Desa Waringin Marjan Taha mengatakan, dampak kemarau cukup dirasakan masyarakat, terutama petani pala dan cengkeh.


Menurut dia, sebagian tanaman mengalami kerusakan dan mati. Sementara tanaman yang masih bertahan membutuhkan pasokan air agar tidak mengalami kondisi serupa.


"Masyarakat membutuhkan bantuan suplai air untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan," kata Marjan.


Tak hanya persoalan air, warga juga menyampaikan kondisi jalan menuju Dermaga Waringin yang membutuhkan perhatian pemerintah.


Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk untuk aktivitas bongkar muat bahan bakar minyak (BBM).


Mantan Koordinator Presidium Samurai Maluku Utara Ari Haya meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut.


Ia juga menyampaikan kebutuhan kendaraan operasional untuk menunjang aktivitas masyarakat Desa Waringin.


Sementara itu, Ketua Pemuda Waringin Burahma Baba meminta pemerintah memberikan bantuan bibit pala dan cengkeh untuk mengganti tanaman masyarakat yang mati akibat kemarau.


Mendengar keluhan warga, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua langsung meminta Satpol PP dan Damkar menyiapkan mobil tangki untuk membantu menyuplai air ke perkebunan masyarakat.


Pemkab Morotai juga meminta Pemerintah Desa Waringin menyiapkan bak penampungan air agar distribusi air dapat dilakukan secara efektif.


"Untuk bantuan air, nanti Satpol PP dan kepala desa berkoordinasi. Kalau bak-bak penampungan air sudah siap, maka akan dilayani," kata Bupati Rusli.


Persoalan akses menuju Dermaga Waringin juga menjadi perhatian pemerintah daerah.


Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pulau Morotai Fahmi Usman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk mengupayakan pembangunan jalan tersebut melalui program Jalan Inpres.


Namun, kondisi jalan yang berada di kawasan rawa masih membutuhkan pengerasan sebelum dilakukan peningkatan. "Pemda sebelumnya juga telah melakukan penimbunan pada sejumlah bagian jalan tersebut," ujar Fahmi.


Bupati Rusli mengatakan pengaspalan jalan menuju Dermaga Waringin direncanakan dilakukan pada 2027 dengan mempertimbangkan kondisi dan kualitas teknis jalan.


"Kalau mempertimbangkan kualitas jalan, lebih baik dilaksanakan tahun depan. Tahun depan ini sudah final akan dilakukan. Namun, jika Jalan Inpres turun tahun ini, kita akan pertimbangkan lagi secara teknis," kata Rusli.


Kebutuhan petani terhadap bibit tanaman juga mendapat respons pemerintah daerah.


Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai Tahmid Bilo mengatakan, pemerintah daerah tahun ini menyediakan bibit pala untuk lahan seluas 400 hektare.


Bibit tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani, termasuk kelompok tani di Desa Waringin.


"Pemerintah daerah tahun ini menyediakan bibit pala untuk lahan seluas 400 hektare. Bibit tersebut akan disalurkan kepada kelompok tani, termasuk kelompok tani di Desa Waringin," ungkap Tahmid.


Sementara untuk bibit cengkeh, pemerintah daerah akan mengupayakan pengadaannya pada 2027. "Mudah-mudahan di tahun 2027 bantuan bibit cengkeh bisa ditindaklanjuti," katanya.


Bupati Rusli kemudian meminta Kepala Desa Waringin melaporkan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani dampak musim kemarau.


Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat perlu segera dikoordinasikan sehingga pemerintah dapat mencari solusi bersama. "Setiap kendala yang dihadapi masyarakat perlu segera dikoordinasikan agar bisa dicarikan solusi bersama," pungkas Bupati Rusli. *

  • Tak Sekadar Mendengar, Bupati Rusli Sibua Langsung Tindaklanjuti Aspirasi Warga Waringin
  • 0

Terkini