Sinarmalut.com, Tidore - Upaya memperkuat sektor pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kota Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dengan membuka peluang investasi bagi pengembangan destinasi berbasis pengalaman alam. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penjajakan kerjasama dengan operator glamping modern Bobocabin di kawasan strategis Sirkuit Selawaring, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara.
Dalam rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendorong masuknya investasi yang produktif, namun tetap berpihak pada kepentingan masyarakat lokal. Kolaborasi ini dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur ekonomi daerah di tengah tekanan fiskal nasional.
“Pemerintah daerah terbuka terhadap investasi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Laiman dalam pertemuan tersebut.
Proyek ini akan melibatkan PT Berkah Moloku Kie Raha sebagai investor, dengan Bobocabin bertindak sebagai operator. Konsep yang diusung adalah penginapan berbasis glamour camping (glamping) dengan sentuhan teknologi, yang menargetkan wisatawan kelas menengah hingga premium.
Ketua tim Bobocabin, Yuri Harya Hidayat, menjelaskan bahwa lokasi di Selawaring dipilih karena memiliki daya tarik lanskap yang kuat serta aksesibilitas yang relatif dekat dari Ternate sebagai pintu masuk utama wisatawan.
“Dari sisi view dan konektivitas, kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan baru,” katanya.
Pada tahap awal, direncanakan pembangunan sekitar 10 unit Bobocabin dengan masa pengerjaan hingga 42 minggu, mulai dari perencanaan hingga operasional. Seluruh pembiayaan pada tahun pertama akan ditanggung oleh pihak investor.
Namun demikian, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan melalui skema pinjam pakai serta pembangunan infrastruktur penunjang seperti jembatan, pengaman sungai, dan fasilitas dasar lainnya.
Langkah percepatan pun mulai disiapkan. Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo telah membentuk tim kajian lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kesiapan administrasi dan regulasi.
Secara ekonomi, investasi ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat setempat. Sementara dari sisi pariwisata, kehadiran glamping modern diproyeksikan memperkaya portofolio destinasi Tidore yang selama ini dikenal dengan kekuatan sejarah dan keindahan alamnya.
Jika terealisasi, proyek ini bukan hanya menghadirkan alternatif akomodasi, tetapi juga menandai transformasi arah pembangunan pariwisata Tidore menuju konsep yang lebih berkelanjutan dan berbasis pengalaman. *
