
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Jhon Tiala
Sinarmalut.com, Morotai - Kabupaten Pulau Morotai mulai menatap peluang baru di sektor ekonomi pesisir melalui pengembangan industri garam. Potensi tersebut berada di Pulau Rao yang dinilai memiliki kualitas garam yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan menjadi sentra produksi garam di Maluku Utara.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai saat ini tengah mendorong dukungan dari pemerintah pusat sekaligus membuka peluang investasi guna mengoptimalkan potensi tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Jhon Tiala, mengatakan pihaknya telah melakukan produksi garam secara sederhana di Desa Leo-Leo, Pulau Rao, sebagai tahap awal pengujian potensi.
“Hasil produksi garam dari Pulau Rao sudah diuji di Laboratorium PT Sucofindo Jakarta. Hasilnya menunjukkan kadar Natrium Clorida mencapai 90,82 persen dengan kadar air 8,35 persen,” ujar Jhon, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, kualitas tersebut cukup menjanjikan sebagai dasar pengembangan industri garam di wilayah tersebut. Apalagi lokasi pengambilan sampel berada di Desa Leo-Leo yang secara geografis dikelilingi oleh sungai besar.
Namun demikian, DKP Morotai belum melakukan pengujian di dua titik lain yang diyakini memiliki potensi lebih besar, yakni Desa Posi-Posi dan Tanjung Garam.
“Kami belum melakukan uji produksi di Desa Posi-Posi dan Tanjung Garam. Tetapi kami optimistis kadar garam di dua lokasi tersebut bisa lebih tinggi,” jelasnya.
Potensi garam di Pulau Rao dinilai dapat menjadi sektor ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Morotai sekaligus membuka peluang investasi di bidang industri garam.
Pemerintah daerah berharap investor dapat melihat peluang tersebut sehingga pengembangan produksi garam dapat dilakukan dengan teknologi yang lebih modern dan skala produksi yang lebih besar.
“Kami berharap ada investor yang tertarik mengembangkan produksi garam di Pulau Rao. Dengan dukungan teknologi dan investasi, Morotai berpotensi menjadi daerah pertama di Maluku Utara yang memproduksi garam berkualitas tinggi,” kata John.
Pengembangan garam di Pulau Rao juga dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mendorong swasembada garam nasional.
Jika potensi tersebut dapat dikelola secara optimal, Morotai tidak hanya berkontribusi pada pasokan garam nasional, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Kami berharap program swasembada garam nasional dapat menjadikan Pulau Rao sebagai salah satu sektor produksi garam. Ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Morotai,” pungkasnya.
Dengan dukungan kebijakan, investasi, serta pengembangan teknologi produksi, Pulau Rao berpeluang menjadi episentrum baru industri garam di kawasan timur Indonesia. *