
Ratusan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai dipasang di lokasi kegiatan menjelang pelaksanaan Morotai Festival 2026 atau Morofest yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
Sinarmalut.com, Morotai - Ratusan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai dipasang di lokasi kegiatan menjelang pelaksanaan Morotai Festival 2026 atau Morofest yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (23/10/2026), para pedagang mulai menyiapkan stan untuk menyambut pengunjung yang diperkirakan memadati festival di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Morofest yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai ini menjadi salah satu peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung.
Peluang ekonomi tersebut juga didukung dengan agenda kepramukaan yang diperkirakan diikuti sekitar 1.420 peserta. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan meningkatkan permintaan terhadap makanan, minuman, dan berbagai produk yang dijajakan pedagang.
Salah satu pedagang kopi, Iki, mengatakan Morotai Festival menjadi kesempatan bagi dirinya dan pedagang lainnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemasukan yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut pelaku UMKM, meningkatnya aktivitas pengunjung selama festival menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
Morofest 2026 tidak hanya menawarkan hiburan dan peluang usaha. Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di lokasi festival.
Plt. Kepala Disdukcapil Pulau Morotai, Juskar Samsudin, sebelumnya menyampaikan bahwa layanan tersebut akan dibuka selama festival berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
Layanan yang disediakan meliputi perubahan Kartu Keluarga (KK), pembuatan akta kelahiran, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), serta perubahan elemen data kependudukan.
“Pelayanan yang akan kami buka di lokasi festival meliputi perubahan Kartu Keluarga, pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan perubahan elemen data kependudukan,” ujar Juskar, Jumat (23/10/2026).
Stan pelayanan tersebut direncanakan beroperasi mulai pagi hingga malam hari. Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk mengurus dokumen kependudukan sekaligus menikmati rangkaian kegiatan festival.
Dengan persiapan stan UMKM dan kehadiran layanan publik, Morofest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang serta memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat Pulau Morotai. *