Sinarmalut.com, Morotai - Kamaludin Bunga alias Foni (41), nelayan asal Desa Sambiki, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, akhirnya kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat setelah sebelumnya dilaporkan hilang. Foni tiba di Morotai pada Senin (19/10/2026) setelah menempuh perjalanan panjang dari China melalui Jakarta dan Ternate.
Foni tiba menggunakan kapal laut Holly Mary. Setibanya di Morotai, ia diserahkan oleh pemerintah daerah kepada keluarganya di Desa Sambiki.
Kepulangannya menjadi kabar melegakan bagi keluarga setelah sebelumnya ia dilaporkan hilang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Morotai, Alhadar Djaguna, membenarkan kepulangan Foni. Ia memastikan nelayan berusia 41 tahun tersebut tiba di kampung halaman dalam kondisi sehat dan selamat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah China, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta seluruh pihak yang membantu proses pemulangan Foni hingga kembali ke tengah keluarganya.
Tak hanya memastikan kepulangannya, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap sarana milik Foni yang dilaporkan hilang.
Umar Ali mengatakan, pemerintah daerah akan berupaya membantu pengadaan sarana pengganti dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia, baik pada tahun anggaran 2026 maupun 2027.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu Foni kembali melaut dan menjalankan aktivitasnya sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Di sisi lain, pemerintah daerah mengingatkan para nelayan di Pulau Morotai agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca, memastikan sarana melaut dalam keadaan layak, serta membawa perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.
Menurut Umar Ali, kesiapan sarana dan peralatan keselamatan menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut serta mencegah kejadian serupa terulang. *
