
Ketua Penyelenggara Art Performance Legu Legu, Zulkifli Ohorella
Sinarmalut.com, Tidore - Hujan tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tampil dalam Art Performance Legu Legu 2.0 tahun 2026 di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Selasa (13/10/2026). Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, mereka tetap menunjukkan kemampuan dan kreativitas di panggung seni yang diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda.
Bagi Ketua Penyelenggara Art Performance Legu Legu, Zulkifli Ohorella, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan untuk menghibur masyarakat. Lebih dari itu, Legu Legu menjadi kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda untuk berani tampil, mengembangkan kemampuan, serta memperkenalkan potensi mereka kepada publik.
Zulkifli menilai setiap anak memiliki bakat yang perlu mendapat ruang agar dapat tumbuh dan berkembang. Melalui kegiatan seni seperti Legu Legu, potensi yang selama ini belum banyak terlihat diharapkan memperoleh kesempatan untuk muncul dan berkembang menjadi bekal berkarya pada masa depan.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, harus ada keberlanjutan dan kesempatan-kesempatan lain agar anak-anak bisa terus menunjukkan talenta yang mereka miliki,” ungkap Zulkifli.
Harapan itu sekaligus menegaskan pentingnya ruang ekspresi yang berkelanjutan bagi generasi muda. Panggung seni tidak cukup hanya hadir sebagai kegiatan sesaat, tetapi perlu menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenali kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menghasilkan karya.
Di tengah upaya tersebut, Zulkifli menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Art Performance Legu Legu 2.0. Dukungan itu antara lain datang dari Balai Kebudayaan melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, serta seluruh perangkat daerah, terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Menurut Zulkifli, dukungan berbagai pihak memiliki arti penting dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda. Selain membuka kesempatan untuk menunjukkan bakat, kegiatan semacam ini juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya.
Semangat anak-anak yang tetap bertahan meski diguyur hujan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian penyelenggara. Bagi Zulkifli, antusiasme tersebut patut diapresiasi dan dijaga agar kreativitas yang dimiliki anak-anak tidak berhenti setelah pertunjukan berakhir.
“Alhamdulillah, meskipun diguyur hujan, anak-anak tetap semangat. Ini menjadi hal yang patut diapresiasi. Semangat mereka harus terus dijaga agar potensi dan kreativitas yang dimiliki dapat berkembang,” tuturnya.
Melalui Art Performance Legu Legu, Zulkifli berharap semakin banyak ruang kreatif terbuka bagi anak-anak dan generasi muda di Tidore Kepulauan. Dengan begitu, seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun keberanian, mengasah talenta, dan melahirkan karya-karya baru. *