![]() |
| Rusman (39), warga Desa Usbar Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat. |
Sinarmalut.com, Morotai - Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai tidak hanya memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejumlah warga setempat mendapat kesempatan bekerja sebagai tenaga bangunan selama proyek pembangunan berlangsung. Pendapatan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak.
Salah satunya Rusman (39), warga Desa Usbar Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan bekerja dalam proyek pembangunan Labkesmas.
Rusman mengatakan, pekerjaan tersebut menjadi sumber pendapatan bagi keluarganya, terutama setelah dirinya tidak lagi melaut karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Ia menerima upah secara mingguan dengan perhitungan sekitar Rp 200.000 per hari. Dalam satu minggu, pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp 2,4 juta, bergantung pada jumlah hari kerja.
“Dulu saya bekerja sebagai nelayan. Namun, karena kondisi cuaca kurang baik, saya tidak lagi melaut. Dengan adanya pekerjaan pembangunan ini, saya sangat bersyukur karena dapat membantu memenuhi kebutuhan makan istri dan anak-anak serta biaya sekolah mereka,” ujar Rusman, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, pendapatan dari pekerjaan tersebut cukup berarti bagi keluarganya. Terlebih, lima anaknya masih membutuhkan biaya untuk pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Kesempatan kerja yang sama juga dirasakan Junaidi Hadi (37). Warga tersebut mengatakan, pekerjaan di proyek Labkesmas membantu menopang ekonomi keluarganya sekaligus memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Junaidi memperoleh upah sekitar Rp 200.000 per hari yang dibayarkan setiap minggu. Dengan jumlah hari kerja yang cukup, pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp 2,4 juta per minggu.
“Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian keluarga saya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hasil kerja ini juga dapat membantu membiayai anak saya yang masih bersekolah,” katanya.
Bagi Rusman dan Junaidi, proyek pembangunan Labkesmas menjadi sumber penghasilan alternatif ketika pekerjaan utama masyarakat tidak dapat diandalkan sepanjang waktu.
Dampak ekonomi dari pembangunan fasilitas publik tersebut tidak hanya terlihat dari bertambahnya infrastruktur kesehatan, tetapi juga dari terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Keduanya berharap pelibatan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dapat terus dilakukan selama proyek pembangunan berlangsung. Dengan demikian, pembangunan fasilitas kesehatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga di sekitar lokasi.
Selain memperluas akses terhadap fasilitas kesehatan, pembangunan Labkesmas diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran pendapatan di tingkat lokal. *
