Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Sampah Menumpuk di Pasar, DPRD Sentil Keras Kinerja DLH Tidore

Tuesday, 23 June 2026 | 20:26 WIB Last Updated 2026-06-23T11:26:50Z

Foto sampah menumpuk di Pasar Tidore

Sinarmalut.com,
Tidore - Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Sarimalaha, Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, menuai sorotan tajam dari DPRD setempat. Kondisi itu dinilai mencoreng citra Kota Tidore yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah peraih penghargaan Adipura.


Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Idham Sabtu, mendesak Pemerintah Kota Tidore segera melakukan evaluasi terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyusul belum tertanganinya persoalan sampah yang kian mengganggu aktivitas pedagang dan masyarakat.


Menurut Idham, persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebersihan lingkungan. Ia menilai DLH harus lebih responsif dan tidak menunggu keluhan masyarakat untuk bertindak.


"Persoalan sampah ini tidak hanya di Pulau Tidore, tetapi juga harus menjadi perhatian serius di wilayah Oba. Jangan sampai masyarakat mengeluh terlebih dahulu baru ada tindakan," kata Idham, Selasa (23/6/2026).


Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan, Walikota dan Wakil Wali Kota Tidore perlu mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi kinerja pimpinan DLH. Pasalnya, kondisi di lapangan dinilai tidak sejalan dengan prestasi yang selama ini diraih daerah tersebut.


Ia mengingatkan bahwa Kota Tidore telah mengoleksi penghargaan Adipura sebanyak 10 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai kota kecil terbersih di Maluku Utara.


"Jangan sampai penghargaan Adipura yang selama ini diraih justru bertentangan dengan fakta yang terjadi di lapangan," ujarnya.


Menanggapi kritik tersebut, Kepala DLH Kota Tidore Kepulauan, Abdul Muis A. Husein, mengakui pihaknya sedang menghadapi sejumlah kendala operasional yang berdampak pada layanan pengangkutan sampah.


Menurut dia, armada pengangkut sampah membutuhkan bahan bakar jenis Dexlite yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan.


"Kami bekerja sama dengan pemilik SPBU untuk penyediaan BBM. Namun saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar daerah sehingga pasokan Dexlite belum tersedia," kata Abdul Muis.


Selain persoalan BBM, DLH juga menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada minimnya biaya pemeliharaan kendaraan operasional. Sejumlah armada pengangkut sampah disebut mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.


Meski demikian, Abdul Muis memastikan persoalan sampah di Pasar Sarimalaha akan segera ditangani begitu pasokan BBM kembali tersedia. "Insya Allah dalam satu hingga dua hari ke depan, jika BBM sudah tersedia, kami akan langsung melakukan pembersihan," ujarnya.


DLH juga menyebut volume sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Sarimalaha tidak hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga dari sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat di lokasi tersebut.


Persoalan ini menjadi ujian bagi Pemerintah Kota Tidore dalam mempertahankan predikat kota bersih yang selama ini melekat melalui penghargaan Adipura. *

  • Sampah Menumpuk di Pasar, DPRD Sentil Keras Kinerja DLH Tidore
  • 0

Terkini