
Penyerahan buku ke pihak sekolah SDN Aketobololo
Sinarmalut.com, Tidore - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nuku (UNNU) Tidore tahun 2026 yang bertugas di Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, mengambil langkah konkret untuk memperkuat budaya literasi di kalangan anak-anak sekolah dasar. Melalui program lapak baca, mereka bekerja sama dengan komunitas Armada Pena menyalurkan bantuan buku kepada siswa SD Negeri Aketobololo.
Program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca anak-anak yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di lingkungan pedesaan. Kehadiran buku-buku bacaan diharapkan menjadi pemantik bagi siswa untuk lebih dekat dengan aktivitas membaca sejak usia dini.
Koordinator Mahasiswa KKN Desa Aketobololo, Argan Aljufri, mengatakan bahwa penguatan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan karena anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan gawai dibandingkan membaca buku.
Menurut dia, lapak baca menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Anak-anak yang berada pada usia sekolah dasar dinilai masih berada dalam fase aktif bermain sehingga perlu diberikan ruang yang menarik agar kegiatan membaca dapat berjalan beriringan dengan aktivitas keseharian mereka.
"Program ini menjadi upaya awal untuk mendorong minat baca anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar. Kami ingin mereka terbiasa mengenal buku dan menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan," ujar Argan, Rabu (17/6/2026).
Ia berharap bantuan buku yang disalurkan tidak hanya menjadi koleksi sekolah, tetapi benar-benar dimanfaatkan dalam kegiatan belajar maupun waktu luang siswa. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mengatur jadwal membaca, misalnya saat jam istirahat, sehingga anak-anak memiliki kesempatan untuk mengakses buku secara rutin.
![]() |
| Antusias siswa SDN Aketobololo setelah menerima buku dari mahasiswa KKN dan Armada Pena |
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Armada Pena, upaya membangun budaya literasi di tingkat desa diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. Selain meningkatkan kemampuan membaca, program tersebut juga menjadi sarana memperluas wawasan serta menumbuhkan kebiasaan belajar yang akan mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di masa depan.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, inisiatif sederhana seperti penyediaan buku bacaan dan ruang literasi dinilai menjadi langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak dini. Dari desa, gerakan literasi itu diharapkan tumbuh menjadi fondasi bagi lahirnya generasi pembelajar yang lebih kritis dan berdaya saing. *
