
Norsince Takarandehang (17) dan adiknya, Novenjel Takarandehang (15).
Sinarmalut.com, Morotai - Di sebuah sudut Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, mimpi besar sedang berlari kencang. Dari keluarga petani kopra yang hidup sederhana, lahir dua atlet muda yang kini membawa harapan Kabupaten Pulau Morotai di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara.
Mereka adalah Norsince Takarandehang (17) dan adiknya, Novenjel Takarandehang (15). Kakak beradik ini terpilih memperkuat kontingen atletik Maluku Utara dan siap bertarung demi satu tujuan: membawa pulang medali untuk daerah yang mereka cintai.
Di balik seragam atlet yang kini mereka kenakan, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Ayah mereka, Lexkelung Takarandehang, sehari-hari bekerja sebagai petani kopra. Sementara sang ibu, Fermenice Banggai, mengurus rumah tangga dan menjadi sumber dukungan utama bagi kedua anaknya.
Keterbatasan ekonomi tak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari kondisi itulah tumbuh tekad yang membuat keduanya terus berlari, menembus batas dan menggapai prestasi.
Norsince, siswi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sofifi, akan turun pada nomor 400 meter dan 800 meter. Atlet muda ini bukan nama baru dalam dunia atletik Maluku Utara.
Sejak bergabung di PPLP, ia telah berulang kali dipercaya mewakili provinsi pada berbagai kejuaraan nasional. Pada Popnas Jakarta 2025, Norsince berhasil menembus lima besar nasional. Di Kejuaraan Nasional Atletik Semarang, ia finis di posisi enam besar dari 38 provinsi peserta. Sementara pada Morotai Fun Run 2026, ia meraih juara tiga kategori umum.
“Sudah sekitar lima sampai enam kali ikut ajang nasional mewakili Maluku Utara. Terakhir di Morotai Fun Run saya juara tiga umum,” ujar Norsince, Kamis (4/6/2026).
Meski telah mengoleksi sejumlah prestasi, ia mengaku tetap haus pencapaian. Porprov menjadi kesempatan untuk mempersembahkan hasil terbaik bagi Morotai.
Di sisi lain, semangat yang sama juga menyala dalam diri sang adik, Novenjel. Siswa SMP BPD Bido itu akan berlaga pada nomor 1.500 meter dengan target yang tegas: medali emas.
Perjalanannya dimulai pada 2023 saat mengikuti lomba lari dalam rangka HUT TNI di Morotai. Dari perlombaan sederhana itu, bakat Novenjel mulai terlihat. Puncaknya terjadi saat Morotai Fun Run 10K, ketika ia keluar sebagai juara pertama tingkat pelajar dan meraih medali emas.
“Pertama kali lomba tahun 2023 saat HUT TNI. Terakhir di Fun Run 10K Morotai saya juara satu pelajar. Target saya di Porprov kali ini medali emas untuk Morotai,” katanya penuh keyakinan.
Meski belum mengetahui kekuatan para pesaing dari kabupaten lain, keduanya percaya bahwa setiap atlet datang dengan persiapan terbaik. Karena itu, mereka memilih fokus pada latihan dan menjaga konsistensi performa.
Kisah Norsince dan Novenjel membuktikan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang mewah atau kehidupan yang serba cukup. Dari desa kecil di ujung utara Maluku Utara, mereka menunjukkan bahwa mimpi besar bisa tumbuh di mana saja, selama ada kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga.
Kini, lintasan Porprov V Maluku Utara menanti langkah mereka. Di pundak dua anak petani kopra itu, tersimpan harapan Morotai untuk meraih medali sekaligus membuktikan bahwa talenta terbaik daerah mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Bagi Norsince dan Novenjel, Porprov bukan sekadar perlombaan. Ini adalah perjalanan untuk membalas perjuangan orang tua, mengangkat nama desa, dan menuliskan cerita baru tentang mimpi yang berlari jauh dari Desa Bido menuju panggung prestasi Maluku Utara. *