Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Strategi Ekonomi Tidore Kepulauan: Pariwisata Jadi Andalan Dongkrak PAD 2027

Saturday, 2 May 2026 | 19:01 WIB Last Updated 2026-05-02T10:06:41Z

Kunjungan Walikota ke benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo 

Sinarmalut.com,
Tidore - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menegaskan arah baru kebijakan ekonomi daerah dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dalam dua tahun terakhir.



Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengatakan daerahnya tidak memiliki sumber daya alam unggulan seperti tambang emas, nikel, atau batu bara. Karena itu, potensi pariwisata diposisikan sebagai “tambang” baru yang harus dikelola secara berkelanjutan.



“Tidore ini tidak punya sumber daya alam yang menjanjikan seperti tambang. Jadi kita harus mengembangkan potensi wisata sebagai kekuatan utama daerah,” ujar Sinen saat melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik pengembangan wisata, Sabtu (2/5/2026).



Kunjungan tersebut mencakup lintas sirkuit Selawaring Rum, kawasan Tanjung Rum Bune di Kelurahan Rum Balibunga, Benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo, serta Pantai Jiko Cobo. Pemerintah daerah menilai lokasi-lokasi tersebut memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.



Menurut Muhammad Sinen, kegiatan lapangan ini merupakan bagian dari perencanaan strategis pemerintah dalam merespons tekanan fiskal akibat penurunan TKD pada periode 2025–2026. “Kondisi TKD yang turun drastis membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan PAD,” katanya.



Sejumlah kawasan lain juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis wisata, antara lain Kalaodi, Gurabunga, Fobaharu, hingga Pulau Maitara. Selain itu, wilayah Rum, Akesahu, dan kawasan Oba dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi wisata bahari, sejarah, budaya, maupun pegunungan.



Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha yang tertarik mengembangkan sektor pariwisata. Sinen memastikan kemudahan perizinan menjadi prioritas, termasuk tanpa pungutan di tahap awal.



“Kami membuka peluang bagi semua investor. Perizinan akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai,” ujarnya.



Di sisi lain, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempromosikan potensi daerah melalui platform digital. “Anak-anak muda sekarang sudah punya smartphone. Gunakan itu untuk mempromosikan Tidore,” kata Muhammad Sinen.



Pemerintah menargetkan pada 2027, sektor pariwisata akan menjadi tulang punggung ekonomi daerah dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD.



Dengan strategi tersebut, Pemkot Tikep diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi lokal. *

  • Strategi Ekonomi Tidore Kepulauan: Pariwisata Jadi Andalan Dongkrak PAD 2027
  • 0

Terkini