Sinarmalut.com, Tidore - Suasana haru menyelimuti halaman Markas Kepolisian Resor Kota Tidore, Senin (4/5/2026). Langkah-langkah tegap para personel seakan melambat, memberi ruang bagi emosi yang tak terucap dalam prosesi Wisuda Purna Bakti Muhammad Jufri Dukomalamo.
Di bawah langit yang teduh, momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang seorang abdi negara. Setelah puluhan tahun mengemban tugas, Jufri resmi memasuki masa purna tugas sejak 1 April 2026, berdasarkan keputusan Kepolisian Daerah Maluku Utara.
Tak ada kata berlebih yang disampaikan. Namun suara yang sedikit bergetar cukup menggambarkan kedalaman perasaan.
“Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerjasama selama saya bertugas. Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Polresta Tidore,” ujarnya, singkat, namun sarat makna.
Bagi Jufri, institusi kepolisian bukan sekadar tempat bekerja. Ia adalah ruang tumbuh, tempat membangun loyalitas, dan rumah bagi kenangan yang tak tergantikan.
Kapolresta Tidore, Ampi Mesias Von Bulow, dalam amanatnya menegaskan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru yang tetap membawa nilai-nilai keteladanan.
“Dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan menjadi contoh nyata bagi kami. Apa yang telah didarmabaktikan akan selalu menjadi inspirasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel bahwa perjalanan karier yang baik bukan hanya soal capaian, tetapi bagaimana menutupnya dengan kehormatan, tanpa pelanggaran, tanpa noda.
Prosesi kemudian berlanjut pada pemberian cinderamata, simbol sederhana dari penghargaan yang tulus. Namun puncak haru terasa saat tradisi pedang pora digelar. Deretan personel membentuk gerbang kehormatan, mengantar langkah terakhir seorang perwira menuju gerbang pengabdian yang baru.
Di momen itu, tak sedikit mata yang berkaca-kaca. Sebab yang dilepas bukan sekadar seorang anggota, melainkan sosok yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersama. *
