Sinarmalut.com, Morotai - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Salah satunya melalui penguatan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).
Untuk memastikan asesmen berjalan lancar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pulau Morotai menggelar pelatihan bagi proktor, teknisi, dan pengawas se-Morotai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dikbud, Jumat (3/4/2026), sebagai bagian dari persiapan teknis pelaksanaan TKA 2026.
Pelaksanaan TKA tingkat SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara untuk tingkat SD akan digelar pada 20–30 April 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Pulau Morotai, Salim Yunus, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama suksesnya asesmen berbasis komputer. Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.
“Seluruh pengawas, proktor, dan teknisi harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai pedoman yang berlaku, termasuk mengacu pada Kepmen Nomor 95 Tahun 2025,” ujar Salim saat membuka kegiatan, Minggu (5/4/2026).
Menurut dia, pemahaman teknis yang komprehensif menjadi fondasi penting, terutama dalam pengelolaan sistem berbasis web, penanganan kendala teknis (troubleshooting), hingga proses verifikasi dan validasi data.
Hal tersebut dinilai krusial untuk menjaga akurasi pelaksanaan asesmen sekaligus mencegah potensi kecurangan. “Ketertiban dan integritas dalam pelaksanaan TKA harus dijaga bersama. Ini bukan sekadar ujian, tetapi bagian dari upaya memotret capaian akademik siswa secara objektif,” katanya.
Salim optimistis, dengan persiapan yang matang, pelaksanaan TKA tahun ini akan berjalan lancar. Ia juga menilai asesmen ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pulau Morotai.
“Ini adalah investasi penting untuk masa depan pendidikan kita. Dari sini, kita bisa memetakan kemampuan siswa dan menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat,” ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga ruang konsolidasi bagi seluruh pihak yang terlibat agar memiliki visi yang sama: menghadirkan sistem evaluasi pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. *
