Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Isu Pungli di Army Dok Morotai Dibantah Pedagang: Kami Sukarela Berkontribusi Untuk Pengembangan Wisata

Friday, 22 May 2026 | 21:47 WIB Last Updated 2026-05-22T12:47:10Z

Pedagang wisata pantai Army Dok di Morotai saat diwawancarai wartawan

Sinarmalut.com,
Morotai - Sejumlah pedagang di kawasan wisata Pantai Army Dok, Kabupaten Pulau Morotai, membantah tudingan adanya pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum TNI Angkatan Udara, khususnya pihak Lanud Leo Wattimena.


Para pedagang menegaskan, kontribusi yang selama ini diberikan kepada pengelola kawasan dilakukan secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan.


Salah satu pedagang, Ibu Musna, mengaku telah berjualan di kawasan wisata tersebut selama empat tahun. Selama itu pula, ia mengaku tidak pernah mengalami tekanan ataupun kewajiban yang bersifat memaksa terkait pembayaran kontribusi.


“Saya sudah mendirikan usaha di sini empat tahun, tapi kami berjualan di sini tidak pernah dipaksa paksaan apalagi pungli dari pihak Lanud,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).


Menurut Musna, kontribusi yang diberikan para pedagang merupakan bentuk kesadaran bersama karena mereka menjalankan usaha di atas lahan milik TNI-AU. Selain itu, dana kontribusi disebut digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Army Dok.


 “Terkait pembayaran tersebut, itu kemauan kami sendiri, tanpa dipaksa oleh pihak manapun. Sebab kami merasa, membayar kontribusi itu adalah hal yang wajar karena kami mendirikan usaha di lokasi TNI-AU dan itu juga diperuntukkan untuk mengembangkan lokasi wisata yang menjadi tempat kami jualan untuk pendapatan sehari-hari,” ucapnya.


Pernyataan senada juga disampaikan pedagang lainnya, Ibu Nur Aiyin. Ia menilai informasi mengenai adanya pungli tidak sesuai dengan kondisi yang mereka alami selama berjualan di lokasi wisata tersebut.


“Pembayaran kontribusi itu berdasarkan kemauan kami sebagai bentuk partisipasi ke pihak Lanud untuk pembersihan lingkungan dan mengembangkan fasilitas di lokasi Pantai Wisata Army Dok,” jelasnya.


Hal serupa diungkapkan Ibu Ani. Ia menegaskan tidak pernah ada pemaksaan dari pihak Lanud Leo Wattimena terhadap pedagang terkait pembayaran kontribusi. “Sebab setahu saya pembayaran kontribusi tersebut merupakan kesepakatan bersama kami dan Lanud atas berdirinya usaha kami di lokasi mereka di Wisata Pantai Army Dok untuk memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidup kami sehari-hari,” kata Ani.


Ani juga menjelaskan, besaran kontribusi yang diberikan pedagang tidak ditetapkan secara tetap setiap bulan. Pembayaran disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pedagang.


“Pembayaran kontribusi itu tidak ditentukan nominalnya berapa dalam perbulan dan itu berdasarkan kesanggupan kami. Bahkan jika dalam satu bulan kami belum punya keuntungan, kami tidak dipaksakan untuk melakukan pembayaran kontribusi,” tambahnya.


Menurut para pedagang, keberadaan usaha di kawasan Pantai Army Dok justru membantu menopang ekonomi keluarga mereka, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak.


“Dengan kami mendirikan usaha di lokasi ini, kami sangat berterima kasih ke pihak Lanud. Sebab selain kami bisa memenuhi kebutuhan kami sehari-hari juga dapat membantu biaya pendidikan anak-anak kami,” tutur Ibu Ani.


Selain itu, para pedagang mengaku merasa aman dan nyaman selama menjalankan aktivitas usaha di kawasan wisata tersebut. “Bahkan kami merasa nyaman berjualan di lokasi wisata ini, sebab kami selama berjualan di sini kami tidak pernah mengalami kehilangan,” tutupnya.


Para pedagang berharap isu dugaan pungli yang berkembang tidak mengganggu aktivitas usaha dan kondisi kondusif di kawasan wisata Pantai Army Dok yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. *

  • Isu Pungli di Army Dok Morotai Dibantah Pedagang: Kami Sukarela Berkontribusi Untuk Pengembangan Wisata
  • 0

Terkini