Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Operasi Ketupat 2026: Pemkot dan Polresta Tidore Perkuat Pengamanan Mudik Idul Fitri

Monday, 9 March 2026 | 21:04 WIB Last Updated 2026-03-09T12:04:38Z


Sinarmalut.com,
Tidore - Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Polresta Tidore memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.


Langkah tersebut ditandai dengan rapat koordinasi lintas sektor pengamanan arus mudik lebaran yang berlangsung di ruang rapat Polresta Tidore, Senin (9/3/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kapolresta Tidore dan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan serta unsur DPRD dan instansi vertikal lainnya.


Wali Kota Tidore Kepulauan diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Ridwan Moh. Yamin bersama sejumlah pimpinan instansi terkait.


Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow dalam arahannya menyampaikan bahwa Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 sebagai bagian dari upaya pengamanan arus mudik dan arus balik selama masa libur Idul Fitri.


Menurutnya, Polresta Tidore telah menyiapkan tujuh pos pengamanan dan pelayanan yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di pintu masuk wilayah Kota Tidore.


“Dalam pengamanan ini terdapat tujuh pos yang akan dibentuk, terdiri dari dua pos terpadu, dua pos pengamanan (PAM) dan tiga pos pelayanan yang tersebar di beberapa pintu masuk Kota Tidore,” ujar Ampi.


Ia menjelaskan, dua pos terpadu akan ditempatkan di Pelabuhan Speed Boat Sofifi dan Pelabuhan Rum. Sementara pos PAM akan berada di Desa Kusu serta Pelabuhan Speed Boat Sarimalaha.


Adapun tiga pos pelayanan akan ditempatkan di Pelabuhan Ferry Galala, Pelabuhan Speed Loleo dan Polsek Oba di Kelurahan Payahe.


Selain pos pengamanan tersebut, Polresta Tidore juga akan menempatkan personel di berbagai titik strategis lainnya. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada pintu masuk kota, tetapi juga mencakup sejumlah lokasi yang diprediksi ramai aktivitas masyarakat selama libur lebaran.


“Personel akan disiagakan di empat terminal, 11 pelabuhan, 28 masjid, 13 tempat rekreasi serta tujuh pasar tradisional yang menjadi titik keramaian masyarakat,” jelasnya.


Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Tidore Abdul Hakim Adjam menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan pengamanan arus mudik melalui keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah.


“Pada prinsipnya pertemuan ini merupakan bentuk kolaborasi agar pemerintah dan aparat keamanan benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik menjelang Idul Fitri,” kata Abdul Hakim.


Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan menurunkan sejumlah instansi teknis seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan hingga Badan Penanggulangan Bencana untuk turut memantau situasi di setiap pos pengamanan.


Dengan dukungan tersebut, diharapkan arus mudik dan arus balik Idul Fitri tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib. “Kami juga berharap seluruh OPD terkait dapat terus proaktif dan berkoordinasi hingga ke tingkat kelurahan dan desa agar pengamanan ini berjalan maksimal,” tambahnya.


Rapat koordinasi ini juga melibatkan sejumlah instansi pendukung lainnya seperti ASDP, UPP Sofifi dan Tidore, Kementerian Agama, serta berbagai OPD terkait yang siap mendukung kelancaran pengamanan arus mudik lebaran di wilayah Kota Tidore Kepulauan. *

  • Operasi Ketupat 2026: Pemkot dan Polresta Tidore Perkuat Pengamanan Mudik Idul Fitri
  • 0

Terkini