Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Pemkot Tidore Kepulauan Dorong Kawasan Transmigrasi Payahe Jadi Lumbung Pangan Maluku Utara

Friday, 28 November 2025 | 21:23 WIB Last Updated 2025-11-28T12:23:40Z


Sinarmalut.com,
Tidore - Program Transmigrasi merupakan salah satu program strategis nasional yang saat ini menjadi titik fokus pemerintahan Presiden Prabowo dalam mendukung pembangunan nasional yang bertujuan untuk pemerataan penduduk dan pembangunan, ketersediaan pangan  serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Walikota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Perekonomian Taher Husain saat memberikan sambutan pada penyampaian Hasil Akhir Tim Expedisi Patriot Dari IPB (Institut Pertanian Bogor) di kawasan Payahe, yang berlangsung di ruang rapat Walikota, Jumat (28/11/2025).


Mengawali sambutan Walikota, Asisten Sekda Bidang Perekonomian Taher Husain menjelaskan bahwa, di Provinsi Maluku Utara, program transmigrasi telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan di daerah ini, terutama dalam membuka kawasan baru, meningkatkan produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.


“Untuk Kawasan transmigrasi di Maluku Utara, khususnya di Kota Tidore Kepulauan yang disebut dengan Kawasan Payahe yang memiliki 4 SP (2 SP yang berada di Desa Kosa/Koli Kecamatan  Oba dan 2 SP yang berada di Desa Maidi Kecamatan Oba Selatan) dimana saat ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan," kata Taher.


“Dengan berbagai keunggulan serta potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti tersedianya bendungan, lahan pertanian yang subur dan luas, potensi perikanan, peternakan dan perkebunan serta berbagai komoditas unggulan lainnya, menjadi modal utama dalam memajukan Kawasan Payahe ini menjadi lumbung pangan Maluku Utara,” sambung Taher.


Taher menambahkan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah melakukan berbagai upaya melalui kegiatan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menunjang serta pemenuhan sarana prasarana dalam mendukung aktivitas masyarakat di kawasan transmigrasi seperti Pembangunan irigasi, peningkatan jalan sirtu tanah ke aspal, penyediaan pupuk dan bibit, alat dan mesin pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya petani serta penyediaan infrastruktur vital lainnya telah dilakukan. Hal ini guna memberikan kemudahan dan akses dalam kawasan transmigrasi sehingga dapat memudahkan aktivitas dan meningkatkan produktivitas para petani, walaupun belum merata di semua satuan pemukiman.


Dalam pengembangan kawasan ini kedepan, selain menjadi sumber pasokan kebutuhan pangan di beberapa daerah di Maluku Utara, kami juga telah menjejaki kerjasama dengan PT. IWIP, perusahaan nikel terbesar di Indonesia yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah, sebagai pemasok bahan pangan untuk kebutuhan Delapan Puluh Ribu (80.000) pekerja tambang yang bekerja disana. Dimana secara geografis Kawasan Payahe sangat dekat antara 30 km sampai dengan 60 km dengan jarak tempuh antara 1 sampai dengan 2 jam.


“Mengingat sampai saat ini 50 persen kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar Maluku Utara karena terkait dengan ketersediaan dan kontinuitas pasokan bahan pangan tersebut, Namun demikian, kami menyadari bahwa tantangan dalam pengembangan kawasan transmigrasi kedepan tidaklah mudah. Olehnya itu, kami berharap hasil dari tim expedisi patriot IPB dapat menggali semua potensi yang ada di kawasan transmigrasi payahe untuk di kembangkan serta mendorong peningkatan sumberdaya manusia dan sarana prasarana pendukung dalam pengelolaan semua potensi yang ada sehingga dapat membawa dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat transmigrasi di masa mendatang,“ harap Taher.


“Kami juga sangat mengharapkan kiranya Bapak Wakil Rektor bersama Tim Expedisi Patriot berkenaan untuk menjadikan pengembangan Kawasan Payahe sebagai usulan prioritas bersama dalam program Kemitraan Lembaga Pendidikan tinggi dengan pihak Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, semoga apa yang telah dilakukan selama beberapa bulan di kawasan Transmigrasi Payahe dapat membawa manfaat dan berkah bagi Kota Tidore dan Maluku Utara pada umumnya,” tambahnya.


Sementara Wakil Rektor yang juga selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB Ernan Rustiadi menyampaikan rasa bangga dan sebuah kehormatan dapat melaksanakan program dari Kementrian transmigrasi ini di kawasan transmigrasi Payahe yang merupakan wilayah Kota Tidore, karena keberadaan kawasan transmigrasi ini bisa jadi bagian dari pengembangan untuk Kota Tidore kedepan.


“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Tidore yang sangat luar biasa dukungannya kepada tim ekspedisi Patriot yang programnya digagas langsung oleh kementrian sehingga kami mendapatkan dua tugas sekaligus yakni kajian umum serta komoditas unggulan yang ada di Daerah Transmigrasi," kata Ernan.


Wakil Rektor ini juga menambahkan bahwa, ini merupakan pengalaman pertama professional para mahasiswa yang mengabdikan ilmunya untuk Kota Tidore dengan harapan Pemkot Tidore bersama stakeholder untuk dapat berkolaborasi untuk pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah transmigrasi payahe tersebut. *

  • Pemkot Tidore Kepulauan Dorong Kawasan Transmigrasi Payahe Jadi Lumbung Pangan Maluku Utara
  • 0

Terkini