Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Tidore Serukan Persatuan Banom, Perkuat Tradisi dan Kebangsaan

Tuesday, 20 October 2026 | 20:11 WIB Last Updated 2026-10-20T11:11:30Z

Ketua panitia, Ulis Idris, yang juga menjabat sebagai Ketua LP Ma’arif NU

Sinarmalut.com,
Tidore - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kota Tidore Kepulauan mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 22 Oktober 2026, di Lapangan Upacara MA Ma’arif Noramake, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.


Ketua panitia, Ulis Idris, yang juga menjabat sebagai Ketua LP Ma’arif NU, menegaskan pentingnya dukungan seluruh badan otonom (banom), lembaga, dan jamaah Nahdlatul Ulama untuk menyukseskan peringatan yang mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” tersebut.


Hal itu disampaikan Ulis Idris saat ditemui usai menggelar rapat bersama panitia melalui Zoom Meeting, Selasa (20/10/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.


Menurut Ulis, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan, merawat tradisi keislaman, serta meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah masyarakat.


“Peringatan Hari Santri ini merupakan momentum kita bersama untuk memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen dalam menjaga tradisi serta keutuhan negeri. Karena itu, kami berharap seluruh banom NU, lembaga, dan jamaah Nahdliyin dapat memberikan dukungan serta mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini,” kata Ulis.


Ia menilai keterlibatan seluruh elemen NU sangat penting agar peringatan Hari Santri menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di Kota Tidore Kepulauan.


Ulis juga mengingatkan peserta agar memperhatikan ketentuan pakaian yang telah ditetapkan panitia. Peserta putra mengenakan peci hitam, kemeja putih, serta sarung atau celana panjang hitam. Sementara peserta putri mengenakan kemeja atau gamis putih dan kerudung putih.


“Kami berharap seluruh peserta mengikuti ketentuan pakaian yang telah ditetapkan. Ini merupakan bagian dari kedisiplinan dan penghormatan terhadap peringatan Hari Santri. Yang terpenting, kita hadir dengan semangat kebersamaan dan membawa nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Berdasarkan agenda panitia, kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WIT dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional. Selain upacara, panitia juga merencanakan pembagian masker di Pelabuhan Loleo sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah fenomena kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di Maluku Utara.


Meski menjadi agenda pendukung, aksi pembagian masker tersebut mencerminkan semangat pengabdian santri yang tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, LP Ma’arif NU berharap seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dapat memperkuat sinergi dan berpartisipasi aktif dalam menjaga tradisi, merawat persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan peringatan, tetapi menjadi semangat bersama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. *

  • Hari Santri 2026, LP Ma’arif NU Tidore Serukan Persatuan Banom, Perkuat Tradisi dan Kebangsaan
  • 0

Terkini