Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Dari Arena POPDA ke Lapak Pedagang, Roda Ekonomi Morotai Berputar Lebih Cepat

Wednesday, 8 July 2026 | 21:27 WIB Last Updated 2026-07-08T12:27:43Z


Sinarmalut.com,
Morotai - Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Maluku Utara 2026 menghadirkan suasana berbeda di kawasan Waterfront City (WFC) Taman Kota, Kabupaten Pulau Morotai. Menjelang sore hingga malam hari, kawasan yang menjadi pusat kegiatan itu dipadati atlet, ofisial, keluarga peserta, dan warga yang datang menyaksikan pertandingan maupun sekadar menikmati keramaian.


Di tengah lalu lalang pengunjung, deretan lapak makanan dan minuman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari denyut kegiatan. Aroma jajanan, suara pedagang menawarkan dagangan, serta antrean pembeli menciptakan gambaran sederhana tentang bagaimana sebuah ajang olahraga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.


Bagi sebagian pedagang, POPDA bukan sekadar pesta olahraga pelajar. Momentum itu menjadi kesempatan untuk memperoleh penghasilan yang jauh lebih baik dibanding hari-hari biasa.


Seorang pedagang minuman es dan makanan ringan mengaku baru membuka lapaknya bertepatan dengan pembukaan POPDA XII. Ia tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga seluruh dagangannya ludes hanya dalam waktu sekitar tiga jam.


"Alhamdulillah, saya baru mulai berjualan saat pembukaan POPDA. Dalam waktu sekitar tiga jam saja, dagangan saya habis terjual dan saya memperoleh pendapatan sekitar Rp500 ribu," katanya, Rabu (8/7/2026).


Pendapatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi pedagang kecil yang sehari-hari mengandalkan hasil jualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, kehadiran ribuan pengunjung telah membuka peluang usaha yang sulit didapat pada hari-hari biasa.


Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus menghadirkan berbagai kegiatan berskala besar, baik olahraga maupun festival seni dan budaya. Baginya, setiap kegiatan yang mampu menarik banyak orang akan memberi dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat kecil.


"Harapan kami, pemerintah lebih sering mengadakan event seperti ini. Bukan hanya POPDA, tetapi juga festival-festival lainnya. Kegiatan seperti ini mendatangkan banyak orang dan sangat membantu meningkatkan pendapatan kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.


Cerita serupa datang dari Alman Tou, pedagang makanan dan minuman yang telah lama berjualan di kawasan Taman Kota. Ia merasakan sendiri perubahan suasana sejak pusat kegiatan POPDA XII dipusatkan di Waterfront City.


Menurut Alman, jumlah pembeli meningkat tajam dibandingkan sebelum pelaksanaan POPDA. Ramainya pengunjung membuat omzet para pedagang ikut terdongkrak.


"Kalau dibandingkan sebelum ada POPDA, sekarang pendapatan kami jauh lebih baik. Ramainya pengunjung memberikan keuntungan bagi para pedagang yang berjualan di sini," katanya.


Di balik riuhnya pertandingan dan semangat para atlet mengejar prestasi, ada cerita lain yang turut tumbuh di sudut-sudut Taman Kota. Lapak-lapak sederhana milik pedagang kecil ikut menjadi saksi bahwa sebuah agenda olahraga mampu menghadirkan efek berganda bagi masyarakat.


Bagi mereka, keberhasilan sebuah event bukan hanya diukur dari lancarnya pertandingan atau banyaknya medali yang diperebutkan. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat ketika warung-warung kecil ramai pembeli, dagangan cepat habis, dan ada tambahan penghasilan yang bisa dibawa pulang untuk keluarga.


Harapan para pedagang pun sederhana. Mereka ingin agenda olahraga, seni, budaya, dan hiburan terus digelar secara rutin di Pulau Morotai. Selain menjadi ruang promosi daerah, kegiatan semacam itu dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi lokal agar tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha mikro. *

  • Dari Arena POPDA ke Lapak Pedagang, Roda Ekonomi Morotai Berputar Lebih Cepat
  • 0

Terkini