Sinarmalut.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggandeng maskapai Wings Air untuk menambah frekuensi penerbangan rute Morotai–Ternate menjadi dua kali dalam sepekan. Langkah ini ditempuh guna memperkuat konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan manajemen Wings Air di Kantor Pusat Wings Air, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan itu dihadiri Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali, serta jajaran pemerintah daerah. Sementara dari pihak maskapai hadir Chief Executive Officer (CEO) Super Air Jet, Ari Azhari, yang mewakili manajemen Wings Air.
Bupati Rusli Sibua mengatakan, penambahan frekuensi penerbangan merupakan langkah strategis untuk membuka aksesibilitas Morotai yang lebih luas, terutama bagi wisatawan dan pelaku usaha.
“Dengan penambahan jadwal penerbangan dan tarif yang lebih terjangkau, kami berharap kunjungan wisatawan ke Morotai terus meningkat,” kata Rusli.
Rencananya, penerbangan rute Morotai–Ternate akan beroperasi setiap Senin dan Jumat. Pemerintah daerah menilai peningkatan jadwal penerbangan tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Maluku Utara.
Pemkab Morotai juga menilai jaringan penerbangan Wings Air yang terhubung dengan berbagai kota besar di Indonesia akan mempermudah wisatawan menjangkau Morotai. Sejumlah rute yang terkoneksi antara lain Jakarta–Makassar–Ternate–Morotai, Jakarta–Manado–Ternate–Morotai, Jakarta–Ternate–Morotai, hingga Bali–Makassar–Ternate–Morotai.
Sekretaris Daerah Pulau Morotai Muhammad Umar Ali menjelaskan, saat ini pemerintah daerah bersama pihak maskapai masih melakukan simulasi dan penjajakan terkait skema tarif tiket penerbangan.
Menurut dia, harga tiket ditargetkan bisa lebih murah dibanding tarif yang berlaku saat ini “Penurunannya diperkirakan bisa mencapai 30 sampai 40 persen,” ujar Umar Ali.
Saat ini, harga tiket penerbangan rute Morotai–Ternate diketahui masih berada di atas Rp1 juta per penumpang.
Umar Ali menambahkan, keterjangkauan harga tiket menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pengembangan sektor pariwisata Morotai yang dikenal memiliki potensi wisata bahari dan sejarah peninggalan Perang Dunia II.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan kerja sama penambahan frekuensi penerbangan tersebut mulai berjalan pada Juni 2026, apabila seluruh proses teknis dan administrasi dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Jika tidak ada kendala, rencana kerja sama ini akan mulai berjalan pada Juni mendatang,” kata Umar Ali. *
