Sinarmalut.com, Tidore - Harapan baru mulai tumbuh di RSUD Kota Tidore Kepulauan. Dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak terbentuknya kepemimpinan baru, rumah sakit daerah ini mencatat capaian signifikan: melunasi seluruh utang sebesar Rp 2,6 miliar.
Langkah cepat tersebut menjadi penanda awal dari proses pembenahan tata kelola yang selama ini dinantikan. Di tengah berbagai tantangan sektor kesehatan daerah, perubahan ini menghadirkan optimisme, bukan hanya bagi internal rumah sakit, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan pelayanan kesehatannya di sana.
Tak berhenti pada pelunasan kewajiban, kondisi keuangan RSUD kini juga menunjukkan tren positif. Per awal April 2026, saldo kas rumah sakit dilaporkan telah melampaui Rp 2 miliar. Angka ini mencerminkan mulai terbentuknya stabilitas finansial di bawah manajemen baru.
Direktur RSUD Kota Tidore Kepulauan, dr. Zuhrinah Ridwan, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari fokus awal pada pembenahan sistem. Penataan tata kelola keuangan, disiplin administrasi, serta optimalisasi potensi pendapatan menjadi prioritas utama sejak hari pertama.
“Sejak awal kami bergerak cepat. Fokus kami jelas: memperbaiki sistem, menata keuangan, dan memastikan setiap potensi pendapatan bisa dikelola maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan kerja individu, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen rumah sakit, mulai dari jajaran manajemen, tenaga kesehatan, hingga staf pendukung yang memiliki komitmen kuat untuk berubah.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Bidang Keuangan, dr. Megawati Abubakar, menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan berfokus pada transparansi dan akuntabilitas. Pengendalian belanja, penataan administrasi, serta optimalisasi pendapatan layanan menjadi kunci utama.
“Perbaikan ini kami lakukan secara sistematis. Transparansi dan efisiensi menjadi fondasi agar kondisi keuangan bisa pulih dalam waktu singkat,” katanya.
Meski demikian, manajemen menyadari bahwa perjalanan belum sepenuhnya usai. Stabilitas keuangan yang mulai terbentuk harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, yang selama ini menjadi tantangan tersendiri.
Sejumlah pekerjaan rumah masih menanti: perbaikan alat kesehatan yang rusak, pemeliharaan berkala, hingga pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit. Semua itu membutuhkan pembiayaan besar dan perencanaan matang.
Namun, dengan fondasi keuangan yang kini semakin sehat, langkah ke arah sana dinilai lebih realistis.
Ke depan, RSUD Kota Tidore Kepulauan diharapkan tidak sekadar bertahan, tetapi tumbuh menjadi fasilitas kesehatan yang profesional, modern, dan terpercaya, tempat di mana masyarakat merasa aman dan terlayani dengan baik.
Di tengah dinamika pelayanan publik, kisah kebangkitan RSUD Tidore menjadi bukti bahwa perubahan yang cepat dan terarah bukanlah hal yang mustahil. *
