Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Disbudpar Tikep Kembangkan DTW di Tidore Utara, Dua Kelurahan Jadi Fokus Wisata Bahari dan Sejarah

Wednesday, 4 February 2026 | 20:15 WIB Last Updated 2026-02-04T11:15:38Z

Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan

Sinarmalut.com,
Tidore – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) berencana melakukan pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Kecamatan Tidore Utara. Pengembangan ini difokuskan pada dua kelurahan yang dinilai memiliki potensi unggulan, yakni Kelurahan Rum dan Kelurahan Rum Balibunga.


Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengatakan Kecamatan Tidore Utara dipilih karena memiliki kombinasi potensi wisata bahari dan wisata sejarah yang saling terintegrasi.


“Di Kelurahan Rum, kita memiliki lokasi wisata seluas kurang lebih 7 hektar yang telah dibangun sirkuit. Kawasan ini akan disinergikan dengan pengembangan wisata bahari karena letaknya berdekatan dengan pantai serta Pulau Maitara,” ujar Daud saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).


Sementara itu, di Kelurahan Rum Balibunga, Disbudpar akan mengembangkan destinasi wisata baru berbasis sejarah. Lokasi pengembangan berada di depan Tempat Penampungan Akhir (TPA) yang akan ditata sebagai kawasan wisata sejarah.


“Di lokasi ini nantinya akan dibangun papan nama titik nol jalur rempah, karena menyimpan sejarah dunia. Pada tahun 1521, rombongan Eropa yang dipimpin Juan Sebastian De Elcano tiba di Tidore dan membawa rempah-rempah berupa cengkeh dan pala ke Eropa,” jelasnya.


Menurut Daud, peristiwa bersejarah tersebut menjadi dasar penetapan Hari Rempah Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diperingati setiap 11 Desember, merujuk pada ekspor perdana 23,7 kuintal cengkeh dari Kesultanan Tidore ke Eropa pada 11 Desember 1521.


Ia menambahkan, Disbudpar telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dokumen perencanaan pengembangan kawasan pariwisata di kedua kelurahan tersebut.


“Dalam pembangunan pariwisata, ada tiga aspek utama yang harus dipenuhi, yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Kelurahan Rum dan Rum Balibunga telah memenuhi ketiga aspek ini,” tuturnya.


Daud menjelaskan, kedua wilayah tersebut memiliki akses yang mudah dijangkau dari luar daerah, seperti Kota Ternate dan Sulawesi Utara, dengan biaya transportasi yang relatif murah. “Kota Tidore memang masih minim fasilitas perhotelan. Namun wisatawan tetap bisa menginap di Ternate dan melakukan perjalanan harian ke Tidore,” tambahnya.


Melalui pengembangan DTW ini, Disbudpar menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata dan perhubungan. Selain itu, diharapkan juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat serta pelaku jasa transportasi.


“Rencana kerja sudah kami sampaikan ke Bappelitbang untuk dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan wisata di dua kelurahan ini mencapai sekitar Rp 41 miliar,” pungkasnya.*

  • Disbudpar Tikep Kembangkan DTW di Tidore Utara, Dua Kelurahan Jadi Fokus Wisata Bahari dan Sejarah
  • 0

Terkini