
Pemerintah Daerah Kabupaten Morotai Salurkan Air dan bantuan bibit ke petani
Sinarmalut.com, Morotai — Warga Desa Waringin, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua atas respons pemerintah daerah terhadap kondisi petani yang terdampak musim kemarau.
Bantuan yang diberikan berupa mobil pengangkut air untuk memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman serta bantuan bibit pala, cengkeh, dan kelapa Bido untuk mengganti tanaman yang rusak dan mati akibat kekeringan.
Burahman Baba, warga Desa Waringin, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu masyarakat. Sebab, sekitar 90 persen warga di desanya menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, khususnya tanaman tahunan seperti pala dan cengkeh.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas respons dan kepedulian Pak Bupati terhadap keluhan kami. Bantuan mobil pengangkut air sangat membantu kami memenuhi kebutuhan air untuk tanaman pala dan cengkeh di tengah musim kemarau,” ujar Burahman, Kamis, (24/09/2026).
Menurutnya, musim kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan ribuan tanaman pala dan cengkeh milik warga terdampak. Dari sekitar 1.000 pohon yang berada di sejumlah kebun warga, sebagian di antaranya telah mati dan diharapkan dapat diganti melalui bantuan bibit dari pemerintah daerah.
Selain bantuan bibit, kata Burahman, distribusi air ke sejumlah bak penampungan yang dibuat warga di kawasan kebun juga sangat membantu petani menyelamatkan tanaman yang masih bertahan.
“Air yang ditampung di beberapa titik di kebun warga sangat membantu kami menyiram tanaman yang masih bertahan dan belum mati,” katanya.
Burahman berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus berlanjut sehingga ribuan tanaman cengkeh dan pala diperkebunan masyarakat dapat dipertahankan dan produktivitas petani kembali pulih setelah musim kemarau.
Terpisah, Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai, Hendrata Chandra, mengatakan pihaknya telah menyalurkan air ke sejumlah titik bak penampungan milik warga Desa Waringin selama satu pekan terakhir.
“Sudah satu minggu lebih kami salurkan air ke setiap titik bak penampungan yang dibuat warga di kebun mereka masing-masing,” kata Hendra.
Ia menjelaskan, dalam sehari PDAM menyalurkan sekitar 20 ton dan bahkan bisa lebih sesuai kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah tersebut.
“Dalam satu hari kami salurkan air ke bak penampungan warga kurang lebih 20 ton. Sampai hari ini kami masih terus menyalurkan air untuk warga petani pala dan cengkeh di Waringin,” ujarnya. *