Sinarmalut.com, Morotai – Setelah menghadiri sosialisasi fungsi Kartu Nelayan kepada masyarakat nelayan, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, melanjutkan agenda dengan berdialog bersama warga Desa Pandanga dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Juanga itu dihadiri oleh pemerintah desa, masyarakat setempat, serta jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pulau Morotai.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait distribusi air bersih yang dinilai belum merata. Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut.
Direktur PDAM Pulau Morotai, Fahri Abdul Aziz, saat dikonfirmasi usai pertemuan mengatakan bahwa permasalahan distribusi air bersih tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur, tetapi juga pola penggunaan air oleh sebagian pelanggan.
"Permasalahan utama bukan semata-mata karena fasilitas yang kurang, tetapi juga karena penggunaan air yang belum tertib. Masih ada pelanggan yang menggunakan air secara bersamaan tanpa batas, bahkan menampung air dalam bak berkapasitas besar sehingga tekanan air menjadi kecil dan pelanggan lainnya kesulitan mendapatkan pasokan," ujarnya, Selasa, (14/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, kesadaran pelanggan menjadi faktor penting agar distribusi air dapat berjalan lebih merata.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan pemasangan meter air bagi seluruh pelanggan di Desa Pandanga dan Desa Juanga pada November hingga Desember 2026.
Sebelum pemasangan dilakukan, PDAM akan melaksanakan sosialisasi dari rumah ke rumah untuk memberikan pemahaman mengenai fungsi meter air serta tata cara penggunaannya.
Selain pemasangan meter, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi air. Apabila setelah pemasangan meter tekanan air masih belum optimal, pemerintah berkomitmen mengganti pompa distribusi dengan kapasitas yang lebih besar agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
Menurut Fahri, pemasangan meter air bertujuan menciptakan penggunaan air yang lebih tertib dan adil bagi seluruh pelanggan. Selama ini masih ditemukan pelanggan yang membiarkan air terus mengalir untuk mengisi bak penampungan berukuran besar, bahkan ada yang menyalurkannya ke tempat penampungan lain tanpa pengawasan. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan air berkurang dan mengganggu pasokan ke rumah warga lainnya.
"Dengan adanya meter air, masyarakat diharapkan menggunakan air sesuai kebutuhan dan menutup aliran setelah selesai digunakan. Sistem ini akan membuat distribusi air lebih merata, sementara biaya pemakaian juga disesuaikan dengan volume penggunaan masing-masing pelanggan," jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Rio Cristian Pawane bersama pemerintah daerah, PDAM, pemerintah desa, dan masyarakat mencapai kesepahaman mengenai penyebab utama persoalan distribusi air bersih beserta solusi yang akan diterapkan.
Pemerintah optimistis pemasangan meter air, yang disertai peningkatan kapasitas pompa apabila diperlukan, akan mampu mengatasi persoalan distribusi air bersih di Desa Pandanga dan Desa Juanga.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai berharap masyarakat dapat mendukung program tersebut dengan menggunakan air secara hemat dan tertib, sehingga pelayanan air bersih dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh pelanggan. *
