
Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji
Sinarmalut.com, Tidore - Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan (Tikep) memastikan Balai Pengawas Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara akan segera menangani kondisi Jembatan Akelamo di Kecamatan Oba Tengah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat karena kondisinya dinilai membahayakan.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan melakukan kunjungan ke BPJN Maluku Utara pada Kamis (30/7/2026) untuk menindaklanjuti sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji, mengatakan pertemuan tersebut merupakan kelanjutan pembahasan yang telah dilakukan sekitar enam bulan lalu terkait sejumlah agenda pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Tidore Kepulauan.
"Beberapa permintaan Komisi III alhamdulillah sudah dikerjakan oleh pihak Balai tahun 2025 kemarin, untuk kedatangan komisi kali ini untuk agenda tersisa yang masih menjadi PR di tahun 2026, yakni yang paling urgent saat ini adalah penanganan kondisi jembatan Akelamo Oba Tengah dan kami sudah mendapat informasi Agustus ini akan segera dikerjakan menunggu pembangunan jembatan darurat selesai," ucapnya, Jumat (31/7/2026).
Selain penanganan Jembatan Akelamo, Ardiansyah menjelaskan pembahasan juga mencakup tindak lanjut atas tiga usulan jalan daerah yang sebelumnya diajukan kepada BPJN.
Menurut dia, satu ruas jalan daerah di Kelurahan Akelamo saat ini telah memasuki tahap pengerjaan. Sementara dua usulan lainnya, yakni jalan daerah di Desa Bale dan jalan daerah di Desa Lola, masih menunggu ketersediaan anggaran.
Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan, lanjut Ardiansyah, mengapresiasi respons BPJN Maluku Utara yang dinilai cepat dalam menindaklanjuti berbagai usulan pembangunan infrastruktur dari DPRD.
"Kami berharap kerjasama ini bisa terus terjalin sehingga upaya-upaya pembangunan infrastruktur di Kota Tidore Kepualauan terus berjalan meskipun ditengah-tengah kebijakan efesiensi yang super ketat ini," ujarnya.
Komisi III juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap proses penanganan Jembatan Akelamo hingga pekerjaan selesai. Hal itu dilakukan mengingat kondisi jembatan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan disebut telah memakan korban akibat kecelakaan. "Semoga saja pekerjaan berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu," pungkasnya. *