Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Hening yang Menyentuh Hati: Umat Katolik Morotai Menghayati Jumat Agung dengan Penuh Iman

Friday, 3 April 2026 | 23:28 WIB Last Updated 2026-04-03T14:28:02Z


Sinarmalut.com,
Morotai - Suasana hening menyelimuti Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Morotai pada Jumat (03/04/2026). Dalam balutan kesederhanaan dan kekhusyukan, umat Katolik setempat mengikuti Ibadah Jumat Agung sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci, sebuah momentum sakral untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib.



Sejak pagi hari, umat telah berkumpul, memulai peribadatan dengan Jalan Salib. Langkah demi langkah yang dijalani bukan sekadar ritual, tetapi menjadi refleksi mendalam atas perjalanan penderitaan yang sarat makna pengorbanan dan kasih.



Memasuki sesi kedua, suasana semakin syahdu saat umat mengikuti permenungan Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib. Setiap kata yang direnungkan menghadirkan ruang sunyi untuk memahami cinta yang begitu besar, yang diberikan tanpa syarat.



Puncak ibadah berlangsung pada pukul 15.00 WIT. Dalam keheningan total, imam bersama petugas liturgi memasuki gereja tanpa iringan lagu. Saat tiba di altar, imam langsung meniarap, sebuah simbol kerendahan hati dan penyerahan diri yang mendalam. Momen ini seolah mengajak seluruh umat untuk ikut tenggelam dalam doa yang sunyi namun penuh makna.



Liturgi sabda dibawakan dengan khidmat, mengisahkan kembali perjalanan sengsara Yesus Kristus. Tiga petugas liturgi secara bergantian membacakan kisah tersebut, menghadirkan nuansa dramatik yang menggugah hati. Homili yang disampaikan kemudian memperdalam refleksi, diikuti doa umat meriah dengan sepuluh intensi yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia.



Di penghujung ibadah, umat secara bergiliran maju untuk menghormati salib. Dengan penuh haru, mereka mencium salib sebagai ungkapan iman dan syukur atas pengorbanan Kristus. Momen ini menjadi titik temu antara iman, harapan, dan kasih yang hidup dalam keseharian.



Berbeda dari perayaan misa pada umumnya, Ibadah Jumat Agung berlangsung tanpa konsekrasi, namun tetap sarat makna melalui pembagian Komuni Suci yang telah dikonsekrasi pada perayaan Kamis Putih sebelumnya.



Sebelumnya, umat Katolik Morotai telah mengawali Tri Hari Suci dengan perayaan Kamis Putih, yang mengenang perjamuan terakhir dan pembasuhan kaki para murid, simbol kerendahan hati dan pelayanan kasih.



Rangkaian ini akan berlanjut pada Sabtu Suci atau Vigili Paskah, sebuah malam penantian dalam keheningan, sebelum akhirnya mencapai puncak sukacita pada Minggu Paskah, saat umat merayakan kebangkitan Kristus sebagai kemenangan atas maut.



Di tengah dunia yang kerap bising, suasana hening di Paroki HKY Morotai menjadi pengingat sederhana, bahwa dalam diam, iman justru bertumbuh paling dalam. *

  • Hening yang Menyentuh Hati: Umat Katolik Morotai Menghayati Jumat Agung dengan Penuh Iman
  • 0

Terkini