
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo
Sinarmalut.com, Morotai - Permintaan hasil panen hortikultura (horti) di Kabupaten Pulau Morotai terus mengalami peningkatan. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai bersama para petani horti menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan bahwa ketersediaan stok komoditas hortikultura di Morotai saat ini masih mencukupi untuk melayani kebutuhan konsumen lokal.
“Untuk stok hortikultura di Kabupaten Pulau Morotai, kami rasa masih cukup untuk melayani konsumen di daerah ini. Karena saat ini petani lokal sudah fokus mengembangkan horti,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perkembangan pertanian hortikultura di Morotai kini semakin merata. Jika sebelumnya petani horti hanya terpusat di kawasan SP 3 dan SP 4, maka pada periode 2025 hingga 2026 petani lokal di berbagai wilayah Morotai sudah lebih unggul dan fokus mengelola komoditas hortikultura.
“Kalau pun ada pasokan dari luar daerah, jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Karena sekarang petani lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri,” jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, Tamhid mengungkapkan bahwa terdapat permintaan tambahan hasil panen horti dari luar daerah, seperti dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Selain itu, pada tahun 2026 petani horti Morotai juga dituntut untuk siap mendukung program Makan Bergizi (MBG) yang akan dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Petani horti harus menjemput bola. Selain memenuhi permintaan pasar dan permintaan dari luar, mereka juga harus mendukung program Presiden terkait Makan Bergizi yang akan dilaksanakan di Morotai. Dan sejauh ini petani kita sudah siap,” katanya.
Dengan meningkatnya permintaan, fluktuasi harga hasil panen hortikultura dinilai tidak lagi menjadi kekhawatiran utama bagi petani.
“Walaupun harga bersifat fluktuatif, petani tidak terlalu khawatir lagi karena permintaan sudah meningkat. Harapan kami, ketika harga turun, jangan sampai petani kecewa karena penurunannya tidak signifikan,” ujarnya.
Tamhid juga mengimbau para petani untuk aktif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, terutama terkait kebutuhan sarana dan prasarana pertanian. “Kami berharap petani tidak sungkan datang ke Dinas Pertanian untuk menyampaikan kebutuhan mereka, termasuk bibit. Kami siap melayani,” tandasnya. *