Sinarmalut.com, Morotai – Meski mengalami penurunan anggaran pada tahun 2026, Kepala Puskesmas Bere-Bere, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.
Kepala Puskesmas Bere-Bere, Muhammad Isnan Safar, mengatakan bahwa anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, anggaran BOK tahun ini turun cukup jauh, sekitar Rp 200 juta lebih. Total anggaran BOK Puskesmas Bere-Bere tahun 2026 sebesar Rp 1 miliar lebih,” ujar Isnan Safar, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, selain anggaran BOK, pada tahun ini Puskesmas Bere-Bere tidak mendapatkan alokasi anggaran dari APBD daerah. Sementara itu, tambahan anggaran hanya bersumber dari dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari pemerintah pusat.
“Untuk anggaran JKN, besarannya tergantung pada jumlah peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar. Karena itu, pendapatan per bulan bisa naik dan turun. Jika tidak salah, totalnya tahun ini berkisar Rp 50 juta lebih,” jelasnya.
Isnan Safar juga menyebutkan bahwa program layanan kesehatan gratis pada tahun 2026 tetap berjalan dan telah melekat dalam anggaran BOK. “Kegiatan layanan kesehatan gratis tetap ada dan masuk dalam anggaran BOK,” katanya.
Meski demikian, ia mengimbau seluruh tenaga medis dan staf Puskesmas Bere-Bere agar tetap konsisten dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap seluruh tenaga kesehatan tetap menjaga komitmen dalam melayani masyarakat, sehingga warga Kecamatan Morotai Utara tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan optimal,” pungkasnya. *
