Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Bahaya Mengintai! Pemkot Ternate Larang Nobar Piala Dunia di Benteng Orange

Monday, 22 June 2026 | 18:56 WIB Last Updated 2026-06-22T09:56:55Z

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate Rinto Thaib

Sinarmalut.com,
Ternate - Dinas Kebudayaan Kota Ternate mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan area dinding Benteng Orange sebagai lokasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Imbauan itu disampaikan menyusul tingginya risiko keselamatan akibat kondisi bangunan bersejarah yang telah berusia ratusan tahun.


Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, mengatakan pihaknya terus melakukan perawatan terhadap sejumlah situs sejarah penting di Kota Ternate, termasuk Benteng Orange, Makam Sultan Babullah, dan Makam Sultan Palembang Mahmud Badaruddin II.


Menurut Rinto, Benteng Orange saat ini mendapat perhatian khusus karena masuk dalam nominasi Cagar Budaya Nasional. Status tersebut membuat upaya pelestarian situs bersejarah itu menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


"Benteng Orange saat ini masuk dalam nominasi Cagar Budaya Nasional dan mendapat perhatian dari pemerintah pusat serta Pemerintah Kota Ternate. Untuk pelestarian yang dikelola pemerintah pusat saat ini masih pada kategori bangunan," kata Rinto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026).


Ia menjelaskan, pengelolaan cagar budaya dilakukan berdasarkan kategori yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari situs, struktur, bangunan, benda hingga kawasan.


Di tengah meningkatnya euforia masyarakat menyambut Piala Dunia 2026, Dinas Kebudayaan menilai penggunaan dinding Benteng Orange sebagai lokasi nobar berpotensi membahayakan keselamatan warga.


Rinto menegaskan, larangan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Pemerintah Kota Ternate yang mempertimbangkan kondisi fisik benteng yang sudah tua dan rentan mengalami kerusakan apabila menampung banyak orang dalam waktu bersamaan.


"Keselamatan masyarakat Kota Ternate menjadi faktor utama. Selain itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat situs sejarah Benteng Orange agar tidak mengalami kerusakan," ujarnya.


Meski imbauan telah beberapa kali disampaikan, Rinto mengakui masih banyak warga yang memanfaatkan area dinding benteng sebagai lokasi berkumpul saat kegiatan nobar berlangsung.


Karena itu, Dinas Kebudayaan kembali meminta masyarakat untuk mematuhi larangan tersebut demi menjaga keselamatan bersama sekaligus melindungi salah satu aset sejarah penting di Kota Ternate.


"Kami telah berupaya menerapkan larangan tersebut, namun masyarakat masih tetap menggunakannya. Kami berharap masyarakat tidak lagi melakukan tindakan serupa," imbaunya. *

  • Bahaya Mengintai! Pemkot Ternate Larang Nobar Piala Dunia di Benteng Orange
  • 0

Terkini