Sinarmalut.com, Tidore - Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Aula Sultan Nuku, Kantor Walikota Tidore Kepulauan, Minggu (29/3/2026). Ratusan bahkan ribuan masyarakat dan majelis taklim tumpah ruah menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Safari Dakwah, menghadirkan penceramah Angelina Sondakh.
Mengusung tema “Ketika Al-Qur'an Menjadi Penolong dan Syafaat di Dunia dan Hari Akhir”, kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi batin bagi para jamaah yang hadir dengan penuh antusias.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), Kololi Manajemen, serta Yayasan Cinta Daarud Dakwah Lombok.
Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan atas kehadiran Angelina Sondakh di kota kecil yang dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.
“Kota kami mungkin kecil, namun penuh keindahan dan dikenal sebagai kota seribu masjid. Kami berharap kehadiran mba Angie dapat menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan di Tidore,” ujarnya.
Rahmawati juga mengungkapkan bahwa perjalanan hidup Angelina Sondakh menjadi cermin keteguhan iman di tengah ujian kehidupan. Ia berharap kisah tersebut mampu memotivasi perempuan di Tidore untuk terus memperbaiki diri, khususnya dengan mendekatkan diri pada Al-Qur’an.
Di hadapan jamaah, Angelina Sondakh menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam, tentang pentingnya bersyukur dan kembali kepada Al-Qur’an dalam setiap ujian hidup.
“Setiap ujian adalah cara Allah mendekatkan kita kepada-Nya. Jangan berharap pada manusia, tetapi berharaplah hanya kepada Allah,” tuturnya dengan suara yang menenangkan.
Ia juga memuji keindahan Kota Tidore yang bersih dan asri, seraya mengingatkan bahwa kebersihan hati jauh lebih penting untuk dijaga. “Semoga hati perempuan-perempuan di Tidore juga bersih dan indah, penuh keikhlasan dan ketabahan dalam menghadapi ujian,” tambahnya.
Momen tersebut semakin mengharukan ketika Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyerahkan dua siswa penghafal Al-Qur’an, Abdurohman Habib dan Siti Amalia Djafar, untuk melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar, Kairo, Mesir melalui Yayasan Cinta Daarud Dakwah Lombok.
Tak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada 60 mualaf di Kota Tidore, menjadi bukti nyata kepedulian sosial yang menyertai kegiatan dakwah ini.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh perempuan dan organisasi, termasuk pengurus TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan, BKMT Provinsi Maluku Utara dan Kota Tidore, serta para majelis taklim.
Di tengah kebersamaan dan lantunan doa, Safari Dakwah ini meninggalkan jejak yang lebih dari sekadar acara. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada jalan kembali kepada cahaya Al-Qur’an. *
