Sinarmalut.com, Morotai - Di tengah suasana pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah, aparat kepolisian di Kabupaten Pulau Morotai bergerak menjaga ketenangan yang mulai kembali pulih. Melalui operasi cipta kondisi, Polres Pulau Morotai menggelar razia minuman keras (miras) ilegal sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Pulau Morotai, Dedi Wijayanto, yang menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif setelah momen perayaan keagamaan.
Operasi yang berlangsung pada Senin (23/3/2026) itu dipimpin oleh Kasat Samapta, Sunarto, bersama personel gabungan. Mereka menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi peredaran miras ilegal, mulai dari kios, warung kecil, hingga tempat berkumpul warga.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis. Pemeriksaan dilakukan secara santun namun tetap tegas, mencerminkan upaya penegakan hukum yang tidak mengabaikan sisi kemanusiaan.
Hasilnya, aparat berhasil mengamankan berbagai jenis minuman keras tanpa izin edar di wilayah Desa Daruba Pantai dan Desa Darame. Barang bukti yang disita meliputi 39 kantong cap tikus, 17 botol cap tikus, serta satu jerigen minuman tradisional tersebut.
Kasubsi Penmas Humas Polres Pulau Morotai, Muh. Yusuf Kasim, menjelaskan bahwa seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Sementara para penjual diberikan pembinaan dan pendataan, dengan kemungkinan proses hukum jika ditemukan pelanggaran.
Menurutnya, razia ini bukan sekadar penindakan, melainkan bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi kriminalitas yang kerap dipicu oleh konsumsi miras, seperti perkelahian dan tindak kekerasan lainnya. “Ini juga bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan rasa aman,” ujarnya.
Di balik operasi tersebut, tersirat pesan yang lebih dalam: menjaga harmoni sosial pasca-perayaan besar membutuhkan keterlibatan semua pihak. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga ketenangan yang dirasakan bersama.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap terkendali, aman, tertib, dan kondusif. Sebuah potret kecil dari upaya merawat kedamaian di wilayah kepulauan yang terus bergerak menuju stabilitas. *
