
Naswin Rowo, Anggota DPRD Partai PKB Komisi III
Sinarmalut.com, Morotai — Polemik terkait data anak putus sekolah yang mencapai sekitar 3.000 anak di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, diharapkan segera diakhiri dengan melakukan pendataan secara menyeluruh dan valid di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Naswin Rowo, Anggota DPRD Partai PKB Komisi III, Selasa, (22/9/2026).
Ia menilai, dengan semakin mudahnya akses pendidikan saat ini, jumlah anak putus sekolah di Morotai semestinya dapat ditekan, bahkan diharapkan tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah.
“Menurut saya, dengan kemudahan akses pendidikan saat ini, semestinya anak putus sekolah di Morotai sudah sangat kurang, bahkan tidak ada,” ujar Naswin.
Untuk memastikan data yang akurat, Naswin menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta pemerintah desa.
Menurutnya, pemerintah desa memiliki perangkat hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) yang dinilai lebih mengetahui kondisi dan latar belakang setiap warga di lingkungannya, termasuk anak-anak usia sekolah.
“Desa memiliki sumber daya yang siap, yakni para ketua RT yang tentu sangat mengetahui latar belakang penduduk di masing-masing lingkungan. Langkah ini penting untuk mengetahui data angka putus sekolah yang benar-benar valid,” katanya.
Naswin juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam melakukan verifikasi data.
Namun, ia menilai keterlibatan pemerintah desa melalui seluruh perangkatnya juga sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat.
“Pemerintah desa melalui perangkat desanya adalah garda terdepan untuk bisa mendapatkan informasi dan mengetahui latar belakang semua anak di desa,” pungkasnya. *