Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Subsidi Tiket dan Tambahan Penerbangan Wings Air Jadi Strategi Pemkab Morotai Tarik Investor

Saturday, 4 July 2026 | 21:58 WIB Last Updated 2026-07-04T12:58:18Z


Sinarmalut.com,
Morotai - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memperkuat strategi pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas udara. Bersama Wings Air, pemerintah daerah akan mengoperasikan kembali penerbangan reguler rute Ternate–Morotai mulai 20 Juli 2026 dengan frekuensi dua kali setiap pekan, sekaligus memberikan subsidi tiket bagi sebagian penumpang sebagai stimulus mobilitas.


Kesepakatan kerja sama yang ditandatangani pada 3 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi menuju Pulau Morotai yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.


Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mengatakan layanan penerbangan akan beroperasi setiap Senin dan Kamis. Penerbangan dari Ternate dijadwalkan berangkat pukul 08.50 WIT dan tiba di Morotai pukul 09.35 WIT. Sementara rute sebaliknya berangkat pukul 10.00 WIT dan tiba di Ternate pukul 10.45 WIT.


Untuk meningkatkan daya tarik layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengalokasikan subsidi bagi 50 kursi pada setiap penerbangan. Dengan skema itu, tarif penerbangan Morotai–Ternate ditetapkan sebesar Rp 739.900, sedangkan rute Ternate–Morotai sebesar Rp 703.900. Fasilitas subsidi hanya berlaku bagi 50 penumpang pertama pada setiap jadwal penerbangan.


Sementara Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, mengatakan penambahan frekuensi penerbangan merupakan hasil komunikasi intensif pemerintah daerah dengan pihak maskapai dalam beberapa bulan terakhir.


Menurut Rusli, kebijakan subsidi tiket tidak hanya bertujuan mengurangi biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat posisi Morotai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), serta kota kecil spesial yang telah ditetapkan pemerintah pusat.


"Peningkatan konektivitas udara merupakan fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Semakin mudah akses menuju Morotai, semakin besar pula peluang masuknya investasi baru, kunjungan wisatawan, aktivitas bisnis, hingga mobilitas pemerintahan," ujar Rusli.


Dari perspektif ekonomi, penambahan frekuensi penerbangan diperkirakan akan menekan biaya logistik perjalanan, mempercepat arus barang dan jasa bernilai tinggi, serta meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, perdagangan, kuliner, dan usaha mikro yang bergantung pada kunjungan dari luar daerah.


Akses penerbangan yang lebih terjadwal juga membuka peluang bagi investor domestik maupun pelaku usaha untuk menjadikan Morotai sebagai basis pengembangan bisnis di wilayah utara Maluku. Posisi strategis Morotai yang terhubung melalui Bandara Sultan Babullah Ternate dinilai memperkuat integrasi kawasan tersebut dengan pusat-pusat ekonomi nasional.


Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai berharap kebijakan peningkatan frekuensi penerbangan dan subsidi tiket mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas pasar pariwisata, meningkatkan investasi, sekaligus memperkuat daya saing Morotai sebagai salah satu destinasi prioritas dan kawasan strategis di Indonesia timur. *

  • Subsidi Tiket dan Tambahan Penerbangan Wings Air Jadi Strategi Pemkab Morotai Tarik Investor
  • 0

Terkini