Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Argentina Tumbang, Janji ‘Batobo’ Walikota Tikep Ditagih

Monday, 20 July 2026 | 20:01 WIB Last Updated 2026-07-20T11:01:46Z

Bendahara Komunitas Wartawan Kota (Kwatak) Tidore Kepulauan, Hasby Conoras

Sinarmalut.com,
Tidore - Peluit panjang di New York New Jersey Stadium menandai berakhirnya mimpi Argentina mempertahankan mahkota juara dunia. Ribuan kilometer dari Amerika Serikat, duka itu menjalar hingga ke Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.


Jika Lionel Messi dan rekan-rekannya menutup malam dengan air mata di lapangan, ratusan pendukung Argentina di Tidore melampiaskan kesedihan dengan cara yang tak kalah khas. Mereka berbondong-bondong menjalani batobo, tradisi menceburkan diri ke laut di kawasan Pantai Tugulufa, Senin (20/7/2026), usai laga final.


Tradisi itu menjadi simbol menerima kekalahan setelah Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026.


Namun, di tengah keramaian para pendukung yang membasahi diri di laut, satu sosok yang paling dinantikan justru tak tampak. Ia adalah President Fans Argentina Kota Tidore, Muhammad Sinen, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Tidore Kepulauan.


Bendahara Komunitas Wartawan Kota (Kwatak) Tidore Kepulauan, Hasby Conoras, mengingatkan bahwa Muhammad Sinen pernah berjanji akan menjalani batobo di Pantai Tugulufa apabila Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia.


Menurut Hasby, kabar bahwa Muhammad Sinen telah melakukan batobo di Pulau Morotai belum dapat dianggap sebagai pemenuhan janji yang pernah diucapkannya kepada wartawan dan masyarakat Tidore Kepulauan.


"Pak Wali batobo di Morotai tidak sama dengan beliau batobo di Tidore. Yang beliau janjikan adalah batobo di Tugulufa dengan memakai jersey Argentina atau bahkan Pakaian Dinas Upacara (PDU)," kata Hasby.


Ia menegaskan, komunitas wartawan akan kembali menagih janji tersebut setelah Muhammad Sinen kembali ke Tidore. "Insya Allah setelah Pak Wali pulang dari Morotai, kami akan ramai-ramai ke kantornya untuk menagih janji itu," ujarnya.


Tak hanya Muhammad Sinen, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang selama ini dikenal sebagai pendukung fanatik Argentina juga mendapat tantangan serupa.


Permintaan itu datang dari Ikatan Alumni (IKA) PMII Kota Tidore Kepulauan bersama Gerakan Pemuda Ansor Kota Tidore Kepulauan melalui Kasatkorcab Banser Ansor, Mustafa Adam.


Ajakan tersebut justru disambut santai oleh Sarbin Sehe. Ia menyatakan siap menjalani tradisi batobo dan meminta agar pelaksanaannya segera dijadwalkan oleh pengurus IKA PMII dan Ansor.


Di atas lapangan, Spanyol tampil sebagai tim yang lebih siap menghadapi laga terbesar empat tahunan itu.


La Furia Roja menguasai pertandingan sejak menit-menit awal melalui penguasaan bola yang mencapai 68 persen. Serangan demi serangan dibangun dengan rapi, memaksa Argentina lebih banyak bertahan dan kehilangan ritme permainan.


Sebaliknya, Argentina yang datang dengan status juara bertahan justru kesulitan mengembangkan permainan. Lionel Messi nyaris tak memperoleh ruang untuk menciptakan peluang berarti.


Sepanjang pertandingan, Argentina hanya mampu melepaskan tiga tembakan, dan tidak satu pun mengarah tepat ke gawang Spanyol.


Momentum penentu hadir pada babak kedua perpanjangan waktu. Ferran Torres memanfaatkan celah di lini pertahanan Argentina untuk mencetak gol tunggal yang mengubah jalannya sejarah.


Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 bagi Spanyol sekaligus mengantarkan mereka kembali mengangkat trofi Piala Dunia.


Peluit panjang pun menjadi awal pesta bagi La Furia Roja sekaligus akhir dari ambisi Argentina menambah bintang keempat di lambang federasi mereka.


Sesaat setelah pertandingan usai, kamera-kamera dunia menangkap wajah Lionel Messi yang tak mampu menyembunyikan kesedihan. Impian mempertahankan gelar juara dunia pupus setelah Argentina gagal memberikan perlawanan berarti kepada Spanyol.


Sementara itu, di Tidore, kekalahan tersebut diterjemahkan dengan cara yang berbeda.


Alih-alih hanya larut dalam kekecewaan, para pendukung Argentina memilih menjalankan tradisi lokal yang telah lama dikenal masyarakat, yakni batobo. Mereka berlari menuju laut, tertawa, saling menyiram air, sekaligus menerima kenyataan bahwa perjalanan Tim Tango harus berakhir di partai puncak.


Kini, perhatian masyarakat Tidore Kepulauan bukan lagi sekadar tertuju pada kekalahan Argentina. Publik justru menanti apakah dua tokoh yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Tim Tango yakni Walikota Muhammad Sinen dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, benar-benar akan menepati janji mereka untuk ikut batobo di Pantai Tugulufa.


Di Tidore, sepak bola tak sekadar soal menang dan kalah. Ia telah menjadi cerita yang menyatu dengan tradisi, canda, dan janji yang kini ditunggu untuk ditunaikan. *

  • Argentina Tumbang, Janji ‘Batobo’ Walikota Tikep Ditagih
  • 0

Terkini