Sinarmalut.com, Morotai - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai resmi memulai karantina bagi 34 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menjelang Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Karantina yang dimulai Senin (20/7/2026) itu dipusatkan di Morotai Inn, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan. Selama masa pembinaan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pengibaran bendera, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, serta wawasan kebangsaan.
Wakil Bupati Pulau Morotai Rio Cristian Pawane menegaskan, para peserta yang lolos seleksi merupakan putra-putri terbaik daerah yang kini mengemban tanggung jawab besar sebagai simbol generasi penerus bangsa.
"Mulai hari ini kalian memasuki masa karantina sebagai bagian penting dari proses pembentukan calon Paskibraka. Di sini kalian tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga dibina karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menjalankan tugas mulia pada 17 Agustus nanti," kata Rio, Selasa (21/7/2026).
Rio menilai keberhasilan menjadi calon Paskibraka bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan masa karantina untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat mental, dan membangun karakter yang tangguh.
Menurutnya, keberhasilan seorang Paskibraka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik atau kecerdasan, tetapi juga oleh disiplin, kerja keras, ketekunan, dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
Pemkab Pulau Morotai berharap seluruh peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pembinaan secara maksimal sehingga dapat menjalankan tugas sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih dengan sempurna pada peringatan HUT ke-81 RI.
Selain mempersiapkan petugas upacara, program pembinaan ini juga diarahkan untuk mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta karakter kuat sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Rio turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pulau Morotai, para pembina, pelatih, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), panitia pelaksana, serta orang tua peserta yang terus memberikan dukungan selama proses pembinaan.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, menaati seluruh aturan selama masa karantina, menghormati para pembina dan pelatih, serta menjaga kekompakan.
"Kalian adalah putra-putri terbaik Morotai. Jalankan setiap proses dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, karena tugas yang akan kalian emban adalah amanah bangsa," tegas Rio. *
