Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak 12 Tahun di Tidore Belum Ditangkap, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Friday, 13 February 2026 | 23:02 WIB Last Updated 2026-02-13T14:10:00Z

Foto ilustrasi

Sinarmalut.com,
Tidore – Kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak perempuan sebut saja Bunga (12) di Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, masih dalam tahap penyelidikan polisi. Fospar (Forum Studi Perempuan) turut mendampingi korban yang mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.


Divisi Penelitian Hak Perempuan dan Advokasi Kebijakan Publik, Trisidowati, mengungkap bahwa trauma korban terlihat saat ia sulit berbicara tentang kasus ini, kecuali dengan orang dekat yang dipercaya.


“Kasus terjadi pada sekitar Mei 2025. Menurut keterangan korban, kekerasan terjadi lebih dari sekali di tahun yang sama, saat ia sedang belajar di kamarnya. Pada satu kesempatan istri pelaku ada di rumah, pada kesempatan lain tidak,” ujar Trisidowati, Jumat (13/02/2026).


Saat kejadian, korban tidak bisa melawan dan hanya bisa diam serta menangis karena ketakutan terhadap pelaku yang tinggal serumah. Kasus baru terungkap pada akhir 2025, saat bibi korban menanyakan langsung ke korban. Setelah itu, korban langsung tinggal bersama bibinya.


Keluarga korban kemudian bersama tokoh masyarakat dan ibu lurah melaporkan kasus ini ke Polresta Tidore. Laporan masuk awal Januari 2026, dan pada 19 Januari, tim Fospar meninjau perkembangan kasus. Polisi menyatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan (lidik) dan belum naik ke tahap penyidikan (sidik).


“Kami menanyakan lagi, kira-kira butuh waktu berapa lama sampai ke tahap sidik,” tambah Trisidowati.


Keluarga korban menegaskan, mereka menuntut kasus ini diusut tuntas hingga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal, agar tidak ada korban lain yang mengalami nasib serupa. *

  • Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak 12 Tahun di Tidore Belum Ditangkap, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas
  • 0

Terkini