Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan Beranda

Gaji dan TPP ASN Jadi Penggerak Ekonomi Kecil di Morotai, Pedagang Durian Raup Rp 5 Juta

Monday, 7 September 2026 | 21:19 WIB Last Updated 2026-09-07T12:19:05Z

Margaret pedagang durian di Morotai

Sinarmalut.com,
Morotai - Pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) tepat waktu tidak hanya dirasakan para pegawai. Perputaran uang itu juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat kecil di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.


Salah satunya dirasakan Margaret, warga Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao, yang sehari-hari berjualan durian di kawasan Taman Kota Daruba.


Selama sekitar tiga pekan, Margaret membawa durian dari Desa Posi-Posi dan Desa Leo-Leo untuk dijual di pusat kota. Ia mengaku penjualannya meningkat, terutama ketika para pegawai menerima gaji dan TPP.


“Saya sangat senang karena durian yang saya jual laku keras. Apalagi beberapa hari kemarin, saat pegawai-pegawai menerima gaji dan TPP, durian saya semakin banyak yang terjual,” ujar Margaret, Senin (7/9/2026).


Bagi Margaret, ramainya pembeli menjadi tambahan penghasilan sekaligus membuka peluang untuk terus memasarkan hasil perkebunan dari wilayah kepulauan ke Daruba.


Dalam kurun waktu sekitar tiga minggu berjualan, ia memperkirakan keuntungan yang telah dikantongi mencapai Rp 5 juta. “Kurang lebih sudah tiga minggu saya berjualan di sini. Keuntungan yang saya dapat sekitar Rp 5 juta,” katanya.


Namun, keuntungan tersebut tidak sepenuhnya mudah diperoleh. Margaret masih harus mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar untuk membawa durian dari Pulau Rao menuju Daruba.


Besarnya ongkos perjalanan menjadi salah satu tantangan bagi pedagang yang ingin memasarkan hasil perkebunan di pusat kota. Biaya tersebut secara langsung mengurangi keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan.


“Kalau saya dapat Rp 800 ribu, biaya transportasi yang harus saya bayar sekitar Rp 300 ribu untuk bisa ke Daruba berjualan,” ungkapnya.


Kondisi itu membuat akses transportasi menjadi persoalan penting bagi pedagang kecil seperti Margaret. Semakin mudah dan murah perjalanan dari wilayah kepulauan menuju pusat perdagangan, semakin besar pula peluang mereka membawa lebih banyak hasil perkebunan untuk dijual.


Margaret berharap aktivitas ekonomi di Daruba terus tumbuh sehingga masyarakat kecil, termasuk pedagang dari pulau-pulau sekitar, memperoleh peluang yang lebih besar.


Ia juga berharap akses transportasi dari Pulau Rao menuju Daruba semakin mudah dan terjangkau. Dengan begitu, hasil perkebunan dari wilayah kepulauan dapat dipasarkan dalam jumlah lebih banyak dan memberikan penghasilan yang lebih baik bagi masyarakat.


Cerita Margaret menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat kecil dapat bersentuhan langsung dengan perputaran pendapatan masyarakat. Ketika daya beli meningkat, pedagang di ruang-ruang ekonomi sederhana seperti kawasan Taman Kota Daruba ikut merasakan dampaknya.


Bagi Margaret, pembayaran gaji dan TPP ASN bukan sekadar kabar tentang pendapatan pegawai. Di tengah aktivitas jual beli durian di Daruba, pencairan pendapatan itu juga berarti lebih banyak pembeli, dagangan yang lebih cepat habis, dan kesempatan bagi pedagang kecil untuk membawa pulang penghasilan. *

  • Gaji dan TPP ASN Jadi Penggerak Ekonomi Kecil di Morotai, Pedagang Durian Raup Rp 5 Juta
  • 0

Terkini