Sinarmalut.com, Tidore - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bergerak cepat merespons dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bantuan mulai disalurkan kepada warga terdampak, khususnya di Pulau Maitara, Kecamatan Tidore Utara.
Sebanyak 442 warga di empat desa menerima bantuan berupa paket sembako pada Senin (27/4/2025). Bantuan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang masih diliputi trauma pascagempa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai arahan Wali Kota. Sebelumnya, bantuan juga telah diberikan kepada warga terdampak di wilayah Oba.
“Bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu kebutuhan warga yang terdampak gempa,” ujar Abubakar di lokasi penyaluran.
Tak hanya di Maitara, BPBD juga bersiap menyalurkan bantuan ke wilayah lain yang terdampak. Berdasarkan data sementara, sebanyak 518 kepala keluarga di Kelurahan Rum dan Rum Balibunga juga mengalami dampak dari gempa tersebut. “Untuk Rum dan Rum Balibunga, insya Allah bantuan akan didistribusikan besok,” kata Abubakar.
Selain bantuan logistik, BPBD turut memberikan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Gempa bermagnitudo 7,6 sebelumnya mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, dengan pusat gempa berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, pada kedalaman 62 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di hampir seluruh wilayah Maluku Utara, termasuk Kota Tidore Kepulauan, Ternate, dan Kabupaten Halmahera Barat. Kepanikan sempat terjadi, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kini, di tengah upaya pemulihan, bantuan yang datang menjadi secercah harapan bagi warga untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari. (*)
