
Kapolres Pulau Morotai, AKBP Dedi Wijayanto, menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Morotai Selatan
Sinarmalut.com, Morotai - Di tengah dinamika isu sosial yang berkembang di wilayah Maluku Utara, jajaran kepolisian di Pulau Morotai mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat harmoni antarumat beragama.
Kapolres Pulau Morotai, AKBP Dedi Wijayanto, menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Morotai Selatan, Minggu (5/4/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus ajakan bersama untuk meredam potensi konflik akibat informasi yang belum terverifikasi.
Didampingi Kasat Intelkam IPDA Mustafandi Kalam, Kapolres duduk bersama sejumlah tokoh lintas agama dan adat. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Muhammadiyah Pulau Morotai Asrun Padoma, Dewan Suro NU Din Aswan, perwakilan GMIH Pdt. Adelmince Sahentumbage, serta tokoh adat Luter Djaguna.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Kapolres menekankan pentingnya peran strategis tokoh agama sebagai penyejuk di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa isu yang berkembang, khususnya terkait peristiwa di Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, perlu disikapi dengan bijak.
“Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam menjaga situasi tetap kondusif. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat adalah pesan yang menenangkan, bukan yang memicu ketegangan,” ujar Dedi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran ujaran kebencian, baik secara langsung maupun digital, harus dihindari demi menjaga persatuan.
Seruan tersebut mendapat respons positif dari para tokoh agama. Ketua Muhammadiyah Pulau Morotai, Asrun Padoma, mengaku pihaknya telah aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum pasti.
“Kami terus mengingatkan warga, baik melalui media sosial maupun komunikasi internal, agar tidak mudah terpancing. Persatuan harus tetap dijaga,” kata Asrun.
Hal senada disampaikan Din Aswan dari Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai moderasi beragama, toleransi, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Pdt. Adelmince Sahentumbage bersama tokoh adat Luter Djaguna mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan memperkuat rasa saling menghormati di tengah keberagaman.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kedamaian di Pulau Morotai.
Di akhir kegiatan, muncul harapan agar pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera mengaktifkan kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum ini dinilai penting sebagai wadah dialog lintas agama guna memperkuat persatuan dan mencegah potensi konflik di masa mendatang.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.20 WIT tersebut ditutup dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. *