
Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku Utara, Andry Tajudin
Sinarmalut.com, Tidore - Ajang balap motor Walikota Tidore 1 Cup Race Tahun 2026 resmi mengalami penundaan jadwal pelaksanaan. Semula direncanakan berlangsung pada 1–3 Mei, kini event tersebut akan digelar pada 8–10 Mei 2026.
Keputusan penundaan diambil untuk memberikan waktu persiapan yang lebih memadai bagi tim dan pembalap yang akan berpartisipasi.
Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Maluku Utara, Andry Tajudin, mengatakan, permintaan penundaan datang dari sejumlah tim besar di wilayah tersebut. Mereka menilai waktu persiapan sebelumnya terlalu singkat sejak pengumuman resmi dilakukan.
“Waktu menuju event hanya sekitar 14 hari. Rata-rata tim belum sempat melakukan riset motor untuk karakter trek di Sirkuit Selawaring,” ujar Andry saat diwawancarai, Selasa (21/4/2026).
Selain faktor teknis kendaraan, jadwal pembalap juga menjadi pertimbangan penting. Sejumlah pembalap diketahui memiliki agenda lain di luar daerah yang waktunya berdekatan dengan pelaksanaan event.
“Ada pembalap yang jadwalnya bertabrakan dengan kejuaraan di luar Maluku Utara, seperti di Sulawesi dan Jawa. Setelah koordinasi dengan IMI Maluku Utara, akhirnya diputuskan jadwal diundur,” katanya.
Meski jadwal diundur, persiapan di lokasi Sirkuit Selawaring terus berjalan. Hingga kini, progres pembersihan lintasan disebut telah mencapai sekitar 50 persen.
Panitia menargetkan penyelesaian sisa pekerjaan dalam waktu dekat, termasuk pemasangan pagar pembatas lintasan dan area penonton. Sementara itu, fasilitas pendukung seperti panggung VIP, tenda paddock, dan tenda race control (RC) disebut telah siap untuk dipasang.
Ajang ini dipastikan akan diikuti tidak hanya oleh pembalap lokal, tetapi juga dari luar provinsi. Sejumlah daerah yang telah mengonfirmasi keikutsertaan antara lain Papua Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
Selain sebagai kompetisi olahraga, event ini juga memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet. Kejuaraan ini akan menjadi ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung di Halmahera Utara pada Juni 2026.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Panitia menargetkan jumlah penonton mencapai 6.000 hingga 7.000 orang selama tiga hari pelaksanaan.
“Kami ingin menjadikan ini sebagai bagian dari sport tourism untuk mempromosikan pariwisata Tidore. Kami juga menyiapkan zona UMKM agar ekonomi masyarakat ikut bergerak dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Andry.
Sejauh ini, dukungan terhadap pelaksanaan event telah datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI Kota Tidore, BPBD, serta Dinas Pemuda dan Olahraga, selain juga pihak swasta.
Namun demikian, panitia mengakui masih ada sejumlah instansi yang belum memberikan kontribusi, di antaranya Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Meski begitu, panitia optimistis koordinasi lanjutan akan dilakukan, mengingat event ini dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan promosi wisata dan pengembangan UMKM di Kota Tidore Kepulauan. *